-
John Heitinga tolak tawaran PSSI melatih Timnas Indonesia saat ini.
-
Heitinga sempat beri sinyal ke PSSI dengan mengikuti akun pejabat di Instagram.
-
PSSI kini wawancara calon pelatih di Eropa cari pengganti Patrick Kluivert.
Suara.com - John Heitinga belakangan ini ramai diperbincangkan sebagai kandidat potensial untuk mengisi posisi pelatih kepala Timnas Indonesia.
Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa Heitinga agaknya tidak antusias dengan tawaran untuk memimpin Skuad Garuda.
Media Belanda, Voetbal Primeur, sempat mencatat aktivitas online Heitinga yang dinilai sebagai sebuah isyarat ketertarikan.
Pelatih berusia 42 tahun itu kedapatan telah mengikuti akun Instagram Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, beserta beberapa pejabat penting lainnya.
Selain itu, ia juga terpantau mengikuti akun resmi Timnas Indonesia serta Jordi Cruyff, penasihat Tim Garuda yang juga berasal dari Belanda.
“John Heitinga seakan memperlihatkan sinyal memiliki keterkaitan dengan Timnas Indonesia di Instagram,” ujar Voetbal Primeur.
“Terbukti mantan bek itu terlihat mulai mengikuti akun Timnas Indonesia, Ketum PSSI (Erick Thohir), dan penasihat Jordi Cryuff,” lanjut mereka.
Heitinga adalah satu dari dua nama pelatih asal Negeri Kincir Angin yang kerap dibicarakan publik sepak bola Tanah Air, bersama dengan Giovanni Van Bronckhorst.
Menariknya, kedua individu ini diketahui memiliki ikatan kuat dengan Indonesia melalui garis keturunan keluarga mereka.
Meskipun sinyal di media sosial terlihat positif, media Belanda lainnya, soccernews.nl, mengabarkan bahwa John Heitinga telah menolak tawaran untuk menggantikan peran Patrick Kluivert.
Patrick Kluivert bersama stafnya dilepas dari jabatannya di Timnas Indonesia setelah tim gagal meraih tiket ke Piala Dunia 2026.
Kontrak Kluivert dihentikan oleh PSSI pada 16 Oktober 2025 menyusul hasil yang kurang memuaskan tersebut.
Setelah pemutusan kerjasama tersebut, PSSI mengumumkan bahwa mereka telah menetapkan lima kandidat pelatih baru.
Sampai saat ini, PSSI terus berupaya mencari figur pelatih baru, dan nama Heitinga sempat masuk dalam daftar pertimbangan utama.
Dalam upaya perburuan pelatih ini, PSSI telah mengirimkan delegasi ke Eropa.
Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, didampingi dua anggota Komite Eksekutif, Endri Erawan dan Muhammad, telah bertolak untuk mewawancarai para calon pelatih.
Meskipun nama-nama final belum dipastikan, sejumlah sosok kuat seperti Giovanni van Bronckhorst, Jesus Casas, dan Heimir Hallgrimsson kini menjadi trending topic.
Laporan dari soccernews.nl menguatkan bahwa Heitinga termasuk dalam daftar nama yang dipertimbangkan untuk menakhodai Skuad Garuda.
Rumor ini semakin diperkuat mengingat mantan pemain Everton tersebut baru saja dicopot dari posisinya di Ajax Amsterdam pada November lalu karena serangkaian hasil buruk.
Heitinga dilaporkan telah dihubungi langsung oleh PSSI dan diharapkan dapat menjadi suksesor Kluivert.
Akan tetapi, laporan yang sama menyebutkan bahwa pelatih yang juga pernah menjabat asisten Arne Slot di Liverpool pada musim 2024-2025 ini belum bersedia melatih Timnas Indonesia saat ini.
Namun demikian, media tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa Heitinga mungkin akan mengubah keputusannya di masa mendatang.
"Menurut berbagai sumber, Federasi Sepak Bola Indonesia baru-baru ini menghubunginya untuk melihat apakah ia tertarik melatih tim nasional mereka, tetapi Heitinga sendiri menolak tawaran tersebut untuk saat ini," demikian konfirmasi dari soccernews.nl.
"Mungkin pintu akan tetap terbuka di masa depan," tambah laporan media tersebut.
Heitinga, yang memiliki pengalaman melatih di level klub Eropa, kini memilih untuk tidak mengambil peran sebagai pelatih tim nasional.
PSSI masih harus melanjutkan proses wawancara di Eropa untuk mencari pengganti Kluivert yang paling tepat.
Pencarian pelatih baru ini sangat krusial demi mempersiapkan Timnas Indonesia menghadapi agenda kompetisi internasional berikutnya.
Ketiga nama lain, van Bronckhorst, Casas, dan Hallgrimsson, kini menjadi fokus utama PSSI.
Keputusan akhir PSSI mengenai pelatih baru akan sangat dinantikan oleh seluruh pendukung sepak bola Indonesia.
Pengganti Kluivert diharapkan mampu membawa Timnas Indonesia mencapai prestasi yang lebih tinggi di kancah global.