Ileague: Tidak Ada Tempat untuk Rasisme di Super League

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Kamis, 18 Desember 2025 | 10:05 WIB
Ileague: Tidak Ada Tempat untuk Rasisme di Super League
Yance Sayuri (Malut United)
baca 10 detik
  • I.League mengutuk rasisme digital terhadap Yance Sayuri setelah laga melawan Persib Bandung berakhir.

  • Regulasi anti-diskriminasi akan diperkuat oleh I.League guna mencegah tindakan rasisme di masa depan.

  • Ferry Paulus mengajak seluruh elemen sepak bola menjaga persatuan dan melawan segala bentuk diskriminasi.

Ferry Paulus juga mengungkapkan bahwa I.League terus menjalin komunikasi yang sangat intensif dengan induk organisasi sepak bola nasional, PSSI, guna mengatasi persoalan rasisme ini.

Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk menciptakan sebuah protokol yang lebih efektif dalam menangani kasus-kasus diskriminasi yang sering kali muncul setelah pertandingan-pertandingan dengan tensi yang tinggi.

Pemerintah dan federasi sepak bola diharapkan dapat memberikan dukungan penuh dalam mengidentifikasi pelaku-pelaku rasisme di media sosial agar dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Partisipasi aktif dari semua elemen sepak bola sangat dibutuhkan agar kampanye anti-rasisme ini tidak hanya menjadi slogan belaka di pinggir lapangan, melainkan sebuah kesadaran kolektif.

Ferry Paulus menekankan bahwa keberhasilan dalam memberantas rasisme sangat bergantung pada kemauan baik dari klub, pemain, hingga para pendukung yang berada di tribun maupun di dunia maya.

“Oleh karena itu, kami berharap semua pihak menunjukkan komitmen dan tanggung jawab yang sama,” tambahnya saat menjelaskan pentingnya peran serta komunitas dalam menjaga marwah olahraga.

Saat ini, manajemen I.League juga dikabarkan tengah melakukan tinjauan mendalam terkait penguatan regulasi anti-diskriminasi di dalam buku peraturan resmi kompetisi yang mereka kelola secara mandiri.

Penguatan aturan ini nantinya akan mencakup sanksi yang lebih berat bagi individu maupun kelompok yang terbukti melakukan aksi rasisme, baik secara langsung di stadion maupun melalui perangkat digital.

Langkah ini diambil sebagai bentuk proteksi jangka panjang agar para atlet dapat fokus pada performa mereka tanpa harus merasa terancam oleh komentar-komentar negatif yang bersifat diskriminatif.

baca juga

Selain dari sisi regulasi, I.League juga berencana untuk menyelenggarakan berbagai program kampanye edukasi yang melibatkan langsung pihak klub dan juga komunitas suporter di seluruh penjuru negeri.

Program edukasi ini dianggap sangat penting sebagai langkah preventif agar para penggemar sepak bola memahami batas-batas dalam memberikan kritik dan dukungan tanpa menyentuh ranah privasi atau ras.

I.League percaya bahwa pemahaman yang baik mengenai keberagaman akan menjadi pondasi yang sangat kuat bagi kemajuan industri sepak bola Indonesia di masa yang akan datang.

Masa depan kompetisi sepak bola tanah air sangat bergantung pada kemampuan seluruh stakeholder dalam menjaga kerukunan dan saling menghormati di tengah persaingan memperebutkan gelar juara.

Segala bentuk perbedaan pendapat di lapangan hijau seharusnya berakhir ketika peluit panjang dibunyikan oleh wasit, tanpa perlu berlanjut ke aksi perundungan yang menyasar identitas personal seorang pemain.

Ferry Paulus menutup keterangannya dengan memberikan pesan yang sangat mendalam mengenai hakikat dasar dari permainan sepak bola yang seharusnya menjadi sarana persatuan bagi bangsa.

"Sekali lagi, kami mengimbau. Tidak ada tempat bagi rasisme di sepak bola. Sepak bola harus kita jaga bersama. Sepak bola menyatukan kita semua," tutupnya dengan nada yang sangat tegas dan penuh harap.

Harapan besar kini tertumpu pada kesadaran para netizen dan pendukung setia klub-klub Indonesia untuk lebih bijak dalam bersosial media serta menjaga lisan dari kata-kata yang menyakitkan.

Keadilan bagi Yance Sayuri dan pencegahan terhadap kasus serupa di masa depan menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan oleh I.League melalui koordinasi dengan berbagai instansi penegak hukum.

Sepak bola Indonesia harus tetap menjadi panggung bagi prestasi dan sportivitas, bukan tempat untuk menyemai kebencian yang dapat memecah belah persaudaraan antar anak bangsa yang mencintai olahraga ini.

Mari kita dukung langkah berani I.League dalam membersihkan dunia olahraga dari noda rasisme demi mewujudkan industri sepak bola nasional yang bermartabat, profesional, dan disegani di kancah internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Insiden Yance Sayuri dan Marc Klok Berujung Rasis, Operator Super League Geleng-geleng

Insiden Yance Sayuri dan Marc Klok Berujung Rasis, Operator Super League Geleng-geleng

Bola | Rabu, 17 Desember 2025 | 21:01 WIB

14 Tahun Berseteru, John Terry Tutup Pintu Damai dengan Rio Ferdinand

14 Tahun Berseteru, John Terry Tutup Pintu Damai dengan Rio Ferdinand

Bola | Rabu, 17 Desember 2025 | 13:35 WIB

Persib Bandung Didenda AFC Hampir Setengah Miliar Gara-gara Botol Air Kosong

Persib Bandung Didenda AFC Hampir Setengah Miliar Gara-gara Botol Air Kosong

Bola | Rabu, 17 Desember 2025 | 13:26 WIB

Terkini

Tragedi KM Virgo di Masalembo: Tiga Warga Jember Masih Hilang, Petugas Kumpulkan Data Fisik DVI

Tragedi KM Virgo di Masalembo: Tiga Warga Jember Masih Hilang, Petugas Kumpulkan Data Fisik DVI

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 19:40 WIB

6 Cara Mengelola Gaji Rp3 Juta agar Bisa Nabung dan Investasi

6 Cara Mengelola Gaji Rp3 Juta agar Bisa Nabung dan Investasi

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:39 WIB

Media Korea Soroti Kesombongan Kim Gi-dong: Remehkan Persib Bandung Berujung Petaka

Media Korea Soroti Kesombongan Kim Gi-dong: Remehkan Persib Bandung Berujung Petaka

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 19:38 WIB

Dorong Inovasi & Talenta: 22 Kampus se-Indonesia Siap Beradu Gagasan di Final Nasional PGTC 2026

Dorong Inovasi & Talenta: 22 Kampus se-Indonesia Siap Beradu Gagasan di Final Nasional PGTC 2026

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:33 WIB

Penyebab Antrean Biosolar Mengular di Lampung Dibidik: Polisi Sisir SPBU Ancam Cabut Izin

Penyebab Antrean Biosolar Mengular di Lampung Dibidik: Polisi Sisir SPBU Ancam Cabut Izin

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 19:33 WIB

Bosnya Ditangkap KPK, Bisnis Summarecon Agung Terganggu?

Bosnya Ditangkap KPK, Bisnis Summarecon Agung Terganggu?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:33 WIB

Cleansing Oil vs Cleansing Balm, Mana yang Lebih Bagus Jadi First Cleanser?

Cleansing Oil vs Cleansing Balm, Mana yang Lebih Bagus Jadi First Cleanser?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:30 WIB

Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk

Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:30 WIB

PLTP Gunung Ungaran Tak Cuma Soal Listrik, Ini yang Perlu Dikaji

PLTP Gunung Ungaran Tak Cuma Soal Listrik, Ini yang Perlu Dikaji

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:29 WIB

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:28 WIB

×