- Ruben Amorim dipecat Manchester United pada Senin (5/1/2026) akibat performa inkonsisten dan ketegangan manajemen.
- Pemecatan terjadi karena Amorim frustrasi atas kebijakan transfer klub yang mendatangkan Benjamin Sesko.
- Amorim sebenarnya menginginkan striker berpengalaman seperti Ollie Watkins, bukan Sesko yang dibeli mahal.
Suara.com - Fakta baru terkuak perihal pemecatan Ruben Amorim sebagai pelatih Manchester United.
Amorim, dikabarkan frustrasi dengan kebijakan transfer klub setelah Benjamin Sesko direkrut pada musim panas lalu, padahal ia lebih menginginkan striker berpengalaman untuk memperkuat lini serang Setan Merah.
Amorim dipecat pada Senin (5/1/2026) setelah 14 bulan menangani klub, menyusul performa inkonsisten dan ketegangan dengan manajemen.
Laga terakhirnya ditutup dengan hasil imbang 1-1 melawan Leeds United, di tengah spekulasi bahwa klub kecewa dengan kurangnya kemajuan tim.
Menurut laporan talkSPORT, Amorim sebenarnya ingin mendatangkan striker berpengalaman untuk menggantikan Rasmus Hojlund, dan lebih memilih Ollie Watkins dari Aston Villa dibanding Sesko, yang dibeli seharga £74 juta.
Watkins, yang hampir mencetak 100 gol di Premier League, sebelumnya juga dikaitkan dengan Arsenal.
Sementara itu, Sesko sempat mencetak gol beruntun pada akhir September dan awal Oktober, namun kini mengalami 11 laga tanpa gol di semua kompetisi.
Dalam konferensi pers terakhirnya, Amorim menegaskan bahwa karakter Sesko berbeda dari Hojlund, dan menekankan bahwa pemain muda tersebut hanya butuh gol pertama untuk mengembalikan kepercayaan diri.
“Ben melakukan hal yang benar, meski peluang yang ia lewati membuat kritik muncul. Ia hanya butuh satu gol, kemudian beban akan hilang,” ujar Amorim.
Baca Juga: Kontroversi Pertama Darren Fletcher, Serang Balik Legenda MU yang Banyak Kritik
Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, juga memberikan pandangannya, menyebut bahwa klub seharusnya mendatangkan Victor Osimhen.
“Seharusnya kita mendatangkan Osimhen. Tidak ada pertanyaan soal pengalaman dan kualitasnya. Sesko masih butuh waktu karena usianya muda dan menjadi nomor sembilan di Man United tidak mudah.”
Kontributor: Adam Ali