-
Lazio mengalahkan Hellas Verona 1-0 melalui gol bunuh diri bek Victor Nelsson.
-
Kemenangan ini membawa Lazio ke posisi delapan sementara Verona terpuruk di dasar klasemen.
-
Pertandingan pekan ke-20 Liga Italia berlangsung sengit di Stadion Marcantonio Bentegodi, Verona.
Suara.com - Lazio berhasil membawa pulang poin penuh dari markas Hellas Verona dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Italia.
Pertandingan yang berlangsung ketat di Stadion Marcantonio Bentegodi tersebut berakhir dengan keunggulan tipis bagi tim tamu.
Kemenangan skuad asuhan Marco Baroni ini dipastikan melalui satu gol yang tercipta di babak kedua pertandingan.
Hasil positif ini menjadi modal penting bagi klub berjuluk Biancocelesti untuk terus memperbaiki posisi di klasemen.
Lazio kini mulai merangkak naik untuk mengejar ketertinggalan poin dari tim-tim di zona kompetisi Eropa.
Sosok bek Victor Nelsson menjadi sorotan utama dalam laga ini setelah melakukan kesalahan yang sangat fatal.
Pemain bertahan tersebut secara tidak sengaja mengarahkan bola ke dalam gawangnya sendiri pada menit ke-79.
Momen dramatis itu langsung mengubah kedudukan menjadi satu kosong untuk keunggulan bagi pihak tim tamu.
Tuan rumah tidak mampu membalas ketertinggalan tersebut meskipun sisa waktu pertandingan masih tersedia cukup lama.
Baca Juga: Dusan Vlahovic Berpeluang Comeback Lebih Cepat, Juventus Bidik Laga Panas Kontra Inter
Kekalahan ini menambah deretan hasil buruk yang harus diterima oleh pendukung setia tim tuan rumah.
Berdasarkan catatan resmi Serie A, kemenangan ini mengantarkan Lazio menduduki posisi delapan klasemen sementara Liga Italia.
Tim ibu kota saat ini telah mengoleksi total dua puluh delapan poin dari dua puluh laga.
Mereka kini hanya terpaut sepuluh angka saja dari ambisi menembus posisi empat besar atau zona Liga Champions.
Sementara itu, kondisi berbanding terbalik dialami oleh Hellas Verona yang semakin terpuruk di posisi terbawah.
Gialloblu tertahan di dasar klasemen dengan raihan tiga belas poin saja dari total sembilan belas laga.
Sejak peluit awal dibunyikan, para pemain Lazio langsung mencoba mengambil kendali permainan dengan serangan cepat.
Tijjani Noslin mendapatkan sebuah kesempatan emas untuk membuka keunggulan lebih awal di area kotak penalti.
Sayangnya, sepakan keras yang dilepaskan pemain tersebut justru melambung tinggi melewati mistar gawang milik Verona.
Verona bukannya tanpa perlawanan karena mereka sempat memberikan tekanan balasan yang cukup membahayakan pertahanan lawan.
Domagoj Bradaric hampir saja mencatatkan namanya di papan skor jika tendangannya tidak digagalkan oleh kiper lawan.
Kiper Lazio, Ivan Provedel, tampil sangat sigap dalam menjaga kesucian gawangnya dari gempuran pemain depan lawan.
Ia berhasil menepis tembakan jarak dekat yang dilepaskan oleh pemain Verona dengan refleks yang sangat luar biasa.
Lazio juga sempat mengancam lewat skema bola mati melalui tendangan bebas yang dieksekusi dengan sangat akurat.
Namun, kiper Verona Lorenzo Montipo juga menunjukkan kelasnya dengan menggagalkan peluang emas dari kubu tim tamu.
Kedua tim terlihat saling jual beli serangan untuk memecah kebuntuan hingga memasuki pertengahan babak kedua.
Upaya serangan Verona melalui Antoine Bernede sempat membuat jantung pendukung Lazio berdegup kencang karena arah bola tipis.
Akan tetapi, sepakan yang dilepaskan oleh Bernede masih sedikit melebar dari gawang yang dijaga Ivan Provedel.
Kebuntuan akhirnya pecah ketika laga memasuki sepuluh menit terakhir waktu normal akibat kesalahan koordinasi lini belakang.
Lazio dapat unggul terlebih dahulu pada menit ke-79 setelah bek Verona Victor Nelsson melakukan gol bunuh diri sehingga skor berubah menjadi 1-0.
Gol tersebut menjadi pembeda hasil akhir dan memberikan luka mendalam bagi tim asuhan pelatih tuan rumah.
Verona saat ini sedang berjuang keras untuk bisa keluar dari ancaman degradasi ke kasta kedua.
Mereka masih memerlukan setidaknya tiga poin tambahan untuk bisa menyentuh zona aman dari kejaran tim lain.
Sepanjang sisa waktu pertandingan, anak-anak Verona terus mencoba menggempur pertahanan rapat yang dibangun oleh Lazio.
Berbagai skema serangan dicoba untuk menyamakan kedudukan, namun pertahanan tim tamu tetap berdiri dengan sangat kokoh.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai, tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta di lapangan.
Kemenangan ini memberikan suntikan moral yang besar bagi Lazio untuk menghadapi laga-laga sulit di pekan berikutnya.
Strategi yang diterapkan oleh pelatih terbukti efektif meski gol kemenangan lahir dari kesalahan pemain lawan sendiri.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa alotnya perjuangan kedua tim hingga detik terakhir pertandingan di Verona malam itu.
Lazio pulang dengan kepala tegak sementara Verona harus segera melakukan evaluasi total demi bertahan di Serie A.