-
Pengenalan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia diundur ke Selasa karena masalah kesehatan.
-
PSSI menjadwalkan konferensi pers resmi di Hotel Mulia Jakarta pukul sembilan pagi besok.
-
Agenda padat menanti John Herdman sepanjang 2026 mulai dari FIFA Series hingga AFF.
Suara.com - Rencana PSSI memperkenalkan John Herdman sebagai juru taktik baru Timnas Indonesia pada Senin mengalami penundaan.
Otoritas tertinggi sepak bola Indonesia tersebut memutuskan untuk menggeser agenda penting tersebut ke hari berikutnya.
Sumardji selaku Ketua Badan Tim Nasional memberikan kepastian mengenai waktu terbaru prosesi perkenalan resmi ini.
Acara yang dinantikan publik sepak bola tanah air tersebut bakal dilaksanakan pada Selasa pagi secara terbuka.
Pihak federasi telah memilih lokasi strategis di Jakarta untuk menyambut kehadiran pelatih asal Inggris tersebut.
Penundaan agenda ini bukan tanpa sebab melainkan karena kondisi fisik sang pelatih yang menurun.
Sumardji mengungkapkan bahwa Herdman memerlukan waktu tambahan untuk memulihkan kebugaran tubuhnya setelah menempuh perjalanan jauh.
Faktor perbedaan iklim antara lokasi sebelumnya dengan Indonesia disinyalir menjadi pemicu utama gangguan kesehatan tersebut.
"Besok (hari ini) jam 9 di Hotel Mulia," kata Sumardji saat dikonfirmasi Suara.com.
Baca Juga: Usai Jadi Penentu Kemenangan Persib atas Persija, Beckham Putra Ogah Terbuai Isu Timnas Indonesia
Kabar mengenai kondisi terkini pelatih yang pernah menangani Kanada tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan Exco.
"Kondisinya kurang fit. Mungkin penyesuaian cuaca saja," jelas anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu.
John Herdman sebenarnya sudah menginjakkan kaki di tanah air sejak hari Sabtu lalu bersama keluarganya.
Langkah ini menunjukkan komitmen serius dari sang pelatih untuk segera memulai pekerjaan besarnya di Asia.
Tidak sendirian, Herdman juga memboyong asisten setianya untuk membantu meramu strategi bagi Skuad Garuda.
Cesar Meylan terpantau menyusul ke Jakarta satu hari setelah kedatangan sang pelatih kepala tersebut.
PSSI juga memiliki rencana strategis untuk memperkuat struktur kepelatihan di bawah komando John Herdman.
Nantinya sejumlah pelatih domestik akan dilibatkan untuk mengisi kursi staf teknis di tim nasional.
Langkah ini diambil agar terjadi transfer ilmu yang efektif antara pelatih asing dengan talenta lokal.
Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat proses adaptasi program latihan dengan karakter pemain Indonesia asli.
Federasi ingin memastikan seluruh elemen tim kepelatihan solid sebelum menghadapi kompetisi internasional yang sangat kompetitif.
Ekspektasi tinggi kini berada di pundak pelatih yang sukses membawa tim sebelumnya ke Piala Dunia.
PSSI berharap kehadiran Herdman menjadi katalisator bagi Timnas Indonesia untuk meningkatkan kualitas secara permanen.
Program kerja jangka panjang telah disiapkan guna membawa Garuda terbang lebih tinggi di kancah global.
Tahun 2026 diprediksi akan menjadi periode yang sangat menantang bagi perjalanan karier kepelatihan John Herdman.
Sejumlah turnamen bergengsi sudah mengantre dan menuntut kesiapan fisik serta mental para pemain nasional.
Ujian pertama bagi pelatih baru ini akan tersaji melalui ajang FIFA Series bulan Maret mendatang.
Turnamen tersebut menjadi ajang pemanasan ideal sebelum memasuki kompetisi yang jauh lebih berat nantinya.
Selanjutnya skuad nasional harus bersiap menghadapi pertarungan sengit di ajang Piala AFF pada pertengahan tahun.
Gelar juara tentu menjadi bidikan utama mengingat Indonesia selalu haus akan trofi di level regional.
Kesuksesan di Piala AFF akan menjadi tolok ukur awal efektivitas strategi yang diterapkan oleh Herdman.
Memasuki akhir tahun jadwal pertandingan internasional bagi Timnas Indonesia tidak kunjung mengendur sama sekali.
Rangkaian FIFA Matchday telah dijadwalkan secara rutin mulai dari bulan September hingga akhir November mendatang.
Momen ini harus dimanfaatkan untuk mendulang poin demi memperbaiki posisi Indonesia di peringkat dunia FIFA.
John Herdman dituntut mampu mengelola rotasi pemain dengan bijak di tengah jadwal yang sangat padat.
Dukungan penuh dari suporter diharapkan tetap mengalir demi tercapainya prestasi sepak bola Indonesia yang membanggakan.