- Laga Juventus versus Cremonese pada Senin (12/1/2026) diawali kontroversi pembatalan penalti Cremonese melalui VAR.
- Pelatih Cremonese, Davide Nicola, mendapat kartu merah akibat protes kerasnya terhadap keputusan wasit Feliciani di babak pertama.
- Juventus mencetak gol ketiga setelah Kenan Yildiz memanfaatkan bola muntah dari tendangan penalti yang sempat ditepis.
Suara.com - Laga Juventus kontra Cremonese di Allianz Stadium, Senin (12/1/2026) malam WIB, diwarnai kontroversi besar sejak babak pertama.
Keputusan wasit yang sempat memberikan penalti kepada Cremonese lalu menganulirnya setelah tinjauan VAR memicu protes keras hingga berujung kartu merah untuk pelatih Davide Nicola.
Insiden terjadi pada menit ke-26 saat Juventus sudah unggul 2-0.
Wasit Feliciani awalnya menunjuk titik putih untuk Cremonese setelah Manuel Locatelli dinilai melanggar Dennis Johnsen di kotak penalti.
Keputusan tersebut langsung memicu protes dari para pemain Juventus.
Feliciani kemudian mendapat panggilan dari VAR dan meninjau ulang insiden tersebut melalui on-field review.
Setelah melihat tayangan ulang di monitor, sang pengadil lapangan memutuskan membatalkan penalti untuk tim tamu.
Skor pun tetap 2-0 untuk Juventus asuhan Luciano Spalletti.
Keputusan ini membuat pelatih Cremonese, Davide Nicola, meluapkan emosinya di pinggir lapangan.
Baca Juga: Pesta 5 Gol ke Gawang Emil Audero, Spalletti Sebut Juventus Belum Selevel dengan Inter
Ia melakukan protes keras terhadap wasit, yang berujung pada kartu kuning.
Namun, Nicola terus melanjutkan protesnya hingga akhirnya diganjar kartu merah dan harus meninggalkan area teknis.
Polemik pun dipastikan berlanjut hingga selepas pertandingan.
Tak lama berselang, kontroversi kembali terjadi. Juventus justru mendapatkan penalti setelah Baschirotto dinilai melakukan handball saat mencoba memblok tembakan Khephren Thuram. Kenan Yildiz maju sebagai eksekutor.
Tendangannya sempat ditepis kiper Emil Audero dan membentur tiang, namun Yildiz dengan sigap menyambar bola muntah untuk mencetak gol ketiga Juventus.
Dua gol berikutnya hadir lewat gol bunuh diri Filippo Terracciano yang dipaksa Weston McKennie, sebelum McKennie sendiri menutup pesta gol lewat sundulan.