- Persija Jakarta menelan kekalahan pahit dari Persib Bandung pada laga derbi tanggal 11 Januari 2026.
- Meski kalah, performa Persija menunjukkan semangat juang dan mental baja yang dibangun sepanjang musim ini.
- Pemain Jordi Amat bangga atas determinasi tim meski bermain di bawah tekanan serta kehilangan satu pemain.
Suara.com - Derbi selalu menyisakan cerita, emosi, dan luka yang tak ringan. Namun bagi Persija Jakarta, kekalahan justru menjadi momentum untuk mempertegas karakter dan mental baja yang sedang dibangun sepanjang musim ini.
Macan Kemayoran harus menelan hasil pahit saat berhadapan dengan Persib Bandung pada 11 Januari 2026.
Meski gagal meraih poin, performa Persija di laga sarat tensi itu menunjukkan semangat juang dan keberanian yang patut diapresiasi.
Bek Persija, Jordi Amat, menilai timnya telah tampil maksimal dalam menghadapi tekanan laga besar.
Ia menegaskan bahwa seluruh pemain turun dengan determinasi penuh dan tidak menyisakan tenaga di atas lapangan.
“Hasilnya memang menyakitkan, tetapi saya bangga dengan penampilan kami. Kami memberikan segalanya di laga derbi, bertanding dengan sepenuh hati, dan pantas mendapatkan lebih,” kata Jordi dilansir dari laman klub.
Menurut Jordi, progres Persija terlihat jelas, terutama dalam aspek mental bertanding.
Bermain di bawah tekanan suporter lawan hingga harus kehilangan satu pemain sejak menit ke-54 tidak membuat Persija kehilangan identitas permainan.
Macan Kemayoran tetap berani mengambil inisiatif dan tampil menyerang.
Baca Juga: Kakang Rudianto Mau Pertahankan Posisi Puncak Klasemen Persib Bandung Demi Ambisi Juara 3 Kali
“Tim ini terus berkembang dan kami akan kembali lebih kuat. Terima kasih atas dukungan kalian, Jakmania,” jelasnya.
Optimisme serupa juga diungkapkan Emaxwell Souza.
Ia menegaskan bahwa satu hasil negatif tidak akan menggoyahkan fokus tim dalam mengejar target musim ini.
“Belajar, berkembang, dan kembali lebih kuat. Perjuangan berlanjut, dan tujuan kami tetap sama,” ujar Maxwell.