- Michael Carrick memimpin Manchester United melawan Manchester City pada Derby Manchester di Old Trafford, Sabtu (17/1).
- Carrick menghadapi tantangan besar mematahkan tren buruk debutan derby pasca-Ferguson dan menentukan taktik efektif.
- Keputusan taktis mengenai duet lini tengah (Mainoo/Casemiro) dan lini serang (Amad/Mbeumo/Sesko) sangat krusial.
Bersama Middlesbrough, ia mampu memaksimalkan serangan transisi cepat, sesuatu yang bisa dimanfaatkan dengan pemain seperti Bruno Fernandes, Kobbie Mainoo, Casemiro, dan Lisandro Martínez.
Pertanyaannya, dengan pertahanan United yang sudah kebobolan 32 gol musim ini, apakah pendekatan tersebut cukup aman untuk menghadapi City?
![Hasil Piala FA: Deretan Fakta Usai Manchester City Pesta 10 Gol, Rekor Liverpool Pecah ]Instagram Manchester City]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/11/58337-manchester-city.jpg)
Duet Gelandang: Aman atau Berani?
Kobbie Mainoo menjadi salah satu pemain yang berpotensi kembali bersinar di era Carrick.
Minimnya menit bermain musim ini membuat talenta muda akademi United itu haus pembuktian.
Opsi duet di lini tengah pun terbuka, Casemiro–Manuel Ugarte untuk pendekatan defensif, atau memasukkan Mainoo demi permainan progresif.
Mainoo menunjukkan kualitasnya saat dimainkan bersama Ugarte melawan Brighton, meski belum sepenuhnya tajam.
Jika Carrick ingin memberi sinyal permainan menyerang dan progresif, memasang Mainoo sejak awal bisa menjadi keputusan populer di mata suporter.
Amad Diallo atau Bryan Mbeumo, atau Keduanya?
Baca Juga: Casemiro Punya Klausul Kontrak Mahal di MU, Bisa Bertahan hingga 2027 dengan Gaji Rp7 M per Pekan
Kembalinya Amad Diallo dan Bryan Mbeumo dari Piala Afrika menambah dilema Carrick.
Keduanya sama-sama efektif di sisi kanan, namun memiliki karakter berbeda.
Amad unggul dalam kreativitas dan dribel, sementara Mbeumo lebih tajam dalam penyelesaian akhir.
Secara statistik, kontribusi Amad tak kalah dari Mbeumo dalam menciptakan peluang.
Carrick bisa saja mengorbankan satu posisi dengan menggeser Mbeumo ke peran lebih sentral, seperti yang pernah ia jalani di Brentford, demi memberi ruang bagi keduanya tampil bersamaan.
Bisakah Benjamin Sesko Melanjutkan Tren Positif?