-
Barcelona kalah tipis dari Sociedad sehingga keunggulan di puncak klasemen kini hanya satu poin.
-
Frenkie de Jong mengkritik efektivitas tim dan performa gemilang penjaga gawang lawan di Anoeta.
-
Kapten Barcelona memprotes keras sikap arogan wasit Gil Manzano terkait manajemen waktu pertandingan.
Suara.com - Laju impresif klub raksasa Catalan akhirnya terhenti secara mendadak dalam lawatan sulit ke markas Real Sociedad.
Stadion Anoeta menjadi saksi berakhirnya rentetan sebelas kemenangan beruntun yang sebelumnya diraih tim asuhan Hansi Flick.
Kekalahan dengan skor tipis satu lawan dua tersebut memaksa Barcelona pulang tanpa membawa poin tambahan sedikit pun.
Hasil minor ini memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap konstelasi persaingan di papan atas klasemen sementara.
Keunggulan mereka yang sebelumnya terlihat sangat nyaman kini hanya menyisakan selisih satu angka dari rival terdekat.
Pertandingan tersebut sejatinya didominasi oleh tim tamu yang terus menekan pertahanan lawan sejak menit awal.
Meskipun memegang kendali permainan secara keseluruhan, Barcelona tampak kesulitan dalam melakukan penyelesaian akhir yang mematikan.
Tuan rumah justru tampil lebih klinis dengan memanfaatkan celah di lini pertahanan tim tamu yang sesekali terbuka.
Dua gol kemenangan Sociedad masing-masing dilesakkan oleh penyerang tajam Mikel Oyarzabal serta pemain lincah Goncalo Guedes.
Baca Juga: Barcelona Kalah Menyakitkan di Markas Sociedad, Frenkie de Jong Salahkan Wasit
Di sisi lain, setiap upaya serangan balik yang dibangun oleh lini tengah Barcelona selalu menemui jalan buntu.
Kapten tim pada laga itu, Frenkie de Jong, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap hasil akhir tersebut.
Gelandang asal Belanda ini merasa bahwa secara performa teknis timnya tidak bermain buruk dalam laga tersebut.
Ia menilai bahwa intensitas permainan sudah cukup tinggi, namun dewi fortuna memang tidak berpihak kepada mereka.
“Saya pikir kami pantas menang hari ini. Kami punya banyak peluang, tapi kami harus mencetak gol. Kami bermain baik, satu-satunya masalah adalah kami tidak menang. Kami kekurangan gol. Kiper mereka bermain sangat bagus," ujar De Jong.
Fokus utama kekecewaan para pemain terletak pada ketidakmampuan mengubah dominasi menjadi gol-gol penentu kemenangan tim.
Kegagalan memanfaatkan setiap celah di area penalti lawan menjadi evaluasi besar bagi tim kepelatihan usai laga.
De Jong mengakui bahwa banyak momentum emas yang seharusnya bisa mengubah arah pertandingan jika dieksekusi dengan baik.
“Kami melewatkan banyak peluang. Itu yang paling mengecewakan,” tegas sang kapten saat memberikan keterangan kepada awak media.
Ketangguhan penjaga gawang Real Sociedad juga menjadi faktor kunci yang mementahkan serangan bertubi-tubi dari barisan depan Barcelona.
Statistik menunjukkan banyaknya tembakan tepat sasaran namun tidak ada yang berhasil menggetarkan jala gawang tuan rumah lebih banyak.
Namun, sorotan utama setelah peluit panjang berbunyi bukan hanya soal teknis permainan saja di lapangan hijau.
Frenkie de Jong secara terbuka mengkritik keras kinerja wasit Jesus Gil Manzano yang memimpin jalannya pertandingan panas itu.
Beberapa keputusan sang pengadil lapangan di penghujung laga dianggap sangat merugikan bagi upaya Barcelona menyamakan kedudukan.
De Jong menyoroti manajemen waktu wasit yang dinilai tidak adil mengingat banyaknya interupsi permainan yang terjadi sebelumnya.
“Di akhir pertandingan, pada waktu tambahan, saya bilang kepadanya untuk melihat waktu. Mengambil tendangan gawang saja butuh satu menit," lanjut De Jong.
Kekesalan pemain tengah ini memuncak ketika wasit enggan memberikan kompensasi waktu yang cukup di masa injury time.
De Jong merasa waktu sepuluh detik pun sangat berharga bagi tim yang sedang mengejar ketertinggalan di menit akhir.
"Normalnya waktu akan ditambah. Dan dia tidak memberi tambahan sepuluh detik. Menurut saya itu gila. Saya mengatakan itu kepadanya dan dia memberi saya kartu,” ungkapnya dengan nada tinggi.
Hukuman kartu kuning tersebut dianggap sebagai respons yang tidak perlu atas komunikasi yang seharusnya bisa dilakukan secara terbuka.
Ia juga sempat menyinggung soal komunikasi dengan perangkat pertandingan mengenai keputusan offside yang kembali diperdebatkan oleh para pemain.
Masalah ini ternyata bukan yang pertama kali dirasakan Barcelona saat bertanding di markas Real Sociedad pada musim-musim sebelumnya.
“Pada akhirnya, jika offside ya offside. Tidak ada yang lain. Saya belum melihatnya. Kami diberi tahu itu bukan offside, lalu saya bilang ke ofisial keempat. Tahun lalu hal yang sama persis terjadi di sini," lanjut De Jong.
Sebagai pemimpin di lapangan, De Jong merasa haknya untuk berdialog dengan wasit telah dibatasi secara sepihak.
Ia merasa mendapatkan perlakuan yang tidak profesional dari sang wasit ketika mencoba mencari klarifikasi atas sebuah keputusan.
“Yang ingin saya katakan adalah, Anda bahkan tidak bisa berbicara dengan wasit. Saya kapten dan saya tidak mengerti. Dia melihat saya dengan wajah seperti ‘saya lebih dari Anda’. Itu membuat frustrasi. Anda tidak bisa bersikap seperti itu,” tutupnya penuh rasa kesal.