- Federasi sepak bola Israel menunda dua laga semifinal Piala Israel akibat memburuknya situasi keamanan terkait serangan rudal Iran.
- Ketua federasi, Shino Zuaretz, menyatakan keselamatan publik adalah prioritas utama sebelum pertandingan digelar ulang.
- Tanggal baru semifinal antara Hapoel Be'er Sheva kontra Bnei Yehuda dan Maccabi Tel Aviv kontra Maccabi Haifa belum ditetapkan.
Suara.com - Federasi sepak bola Israel resmi menunda dua pertandingan semifinal Piala Israel yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Keputusan itu diambil menyusul situasi keamanan yang memburuk akibat serangan rudal-rudal Iran.
Dua pertandingan Piala Israel yang dipastikan ditunda ialah duel Hapoel Be'er Sheva melawan Bnei Yehuda serta pertandingan panas antara Maccabi Tel Aviv kontra Maccabi Haifa.
Ketua federasi sepak bola Israel, Shino Zuaretz, mengakui keputusan ini tidak mudah tetapi harus diambil demi keselamatan publik.
“Kami sebenarnya berharap semifinal bisa digelar sesuai jadwal,” kata Zuaretz dilansir dari Channel 14.
“Namun berlanjutnya operasi militer dan situasi keamanan membuat hal itu tidak memungkinkan.”
Ia menegaskan prioritas utama federasi adalah memastikan keamanan puluhan ribu penonton sebelum pertandingan digelar kembali.
“Kami ingin merayakan semifinal ini bersama puluhan ribu penggemar di stadion,” ujar Zuaretz.
“Tetapi itu hanya bisa terjadi jika keselamatan mereka benar-benar terjamin.”
Baca Juga: Muka Dua Inggris: Ngaku Tak Dukung Serangan AS-Israel tapi Larang Aksi Damai Pro Iran
Federasi juga menyebut penundaan ini sudah dipersiapkan sebagai kemungkinan sejak awal.
Koordinasi dilakukan dengan operator liga serta pihak stadion yang menjadi tuan rumah pertandingan.
“Kami telah menyiapkan skenario penundaan dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait,” kata Zuaretz.
“Saya berharap dalam waktu dekat kami dapat mengumumkan jadwal baru setelah situasi militer dan sipil berakhir dengan baik.”
Hingga kini, tanggal baru untuk semifinal Piala Israel masih menunggu perkembangan situasi keamanan di Israel.
Kontributor: M.Faqih