-
Jayden Oosterwolde memilih tetap memperjuangkan mimpinya membela Timnas Belanda daripada memilih Indonesia.
-
Pemain Fenerbahce ini mengaku terus dihubungi keluarga setiap bulan untuk membela tanah leluhur.
-
Oosterwolde terkena hukuman penjara percobaan akibat kericuhan laga derbi melawan Galatasaray di Turki.
Ia merasa kualitas permainannya saat ini cukup kompetitif untuk bersaing dengan pemain bintang Belanda lainnya.
Oleh karena itu ia memilih untuk tetap bersabar menanti panggilan resmi dari pelatih tim nasional Belanda.
Segala bentuk rayuan dari pihak lain untuk saat ini tetap ia simpan sebagai alternatif masa depan.
Di tengah perjuangannya mengejar mimpi internasional Oosterwolde justru harus berurusan dengan otoritas hukum setempat.
Pengadilan di Turki baru-baru ini menjatuhkan vonis hukuman yang cukup mengejutkan bagi karier sepak bolanya.
Gelandang berbakat ini mendapatkan hukuman penjara selama satu tahun empat bulan dan empat belas hari.
Vonis berat ini muncul sebagai konsekuensi dari peristiwa kerusuhan besar yang melibatkan pemain dalam laga derbi.
Pertandingan panas melawan Galatasaray pada pertengahan Mei 2024 menjadi akar penyebab masalah hukum yang melilitnya.
Pihak keamanan mencatat adanya tindakan yang melanggar aturan saat bentrokan terjadi di lapangan hijau kala itu.
Baca Juga: Beckham Putra Kasih Pembuktian ke John Herdman, Layak Dipanggil Timnas Indonesia ke FIFA Series 2026
Jayden Oosterwolde tidak sendirian karena beberapa kolega serta staf klubnya juga terseret dalam putusan hukum tersebut.
Beruntung bagi sang pemain karena sistem peradilan di sana memberikan kebijakan hukuman percobaan atau penangguhan.
Hal ini secara otomatis membuat Oosterwolde tidak perlu mendekam di balik jeruji besi untuk saat ini.
Meskipun demikian status hukumnya tetap berada dalam pengawasan ketat oleh pihak berwenang selama masa percobaan berlaku.
Status hukum tersebut setidaknya memberikan ruang bagi Oosterwolde untuk terus aktif bermain di lapangan hijau.
Ia kini berupaya mengembalikan fokus sepenuhnya untuk meningkatkan performa di level klub demi dilirik tim nasional.