Eksodus Pemain Timnas ke Super League, PSSI Sebut Itu Hak Asasi Para Pemain

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Senin, 26 Januari 2026 | 10:35 WIB
Eksodus Pemain Timnas ke Super League, PSSI Sebut Itu Hak Asasi Para Pemain
Shayne Pattynama (Persija)
baca 10 detik
  • Shayne Pattynama menyusul pemain naturalisasi lainnya untuk bermain di kompetisi Super League Indonesia.

  • PSSI menegaskan tidak bisa mengintervensi pilihan klub karena pemain tidak digaji federasi.

  • Kehadiran bintang Timnas di liga lokal dianggap mampu meningkatkan kualitas kompetisi sepak bola.

Suara.com - Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2025/2026 kini kedatangan wajah baru yang sudah sangat akrab.

Shayne Pattynama secara resmi mengikuti jejak rekan setimnya di Timnas Indonesia untuk merumput di tanah air.

Keputusan bek kiri ini menambah daftar panjang pemain keturunan yang memilih berkarier di kompetisi domestik Indonesia.

Langkah Shayne ini memicu berbagai reaksi dari kalangan pencinta sepak bola nasional yang memantau pergerakan bursa transfer.

Fenomena ini menarik perhatian karena sebelumnya banyak pemain diaspora yang lebih memilih berkarier di luar negeri.

Pihak federasi melalui Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, memberikan tanggapan resmi terkait tren kepindahan ini.

Arya menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang untuk mencampuri urusan kontrak profesional individu pemain tersebut.

Setiap pemain memiliki otoritas penuh untuk menentukan pelabuhan karier mereka selanjutnya tanpa intervensi dari PSSI.

Federasi menegaskan bahwa hubungan kerja antara pemain dan klub di luar tanggung jawab organisasi PSSI secara langsung.

baca juga

Ketegasan ini disampaikan agar publik memahami batasan antara tugas federasi dan hak privasi para atlet.

Dalam keterangannya, Arya Sinulingga secara jujur mengungkapkan posisi federasi terhadap kondisi keuangan para pemain yang bersangkutan.

"Yang seperti kami sampaikan, pertama ini pilihan mereka. Kami tidak bisa tahan mereka, kami tidak gaji mereka," kata Arya.

Kalimat tersebut merujuk pada fakta bahwa gaji pemain sepenuhnya dibayar oleh klub, bukan oleh pihak federasi.

Sehingga, instruksi teknis mengenai pemilihan klub tidak bisa dilakukan oleh PSSI dalam situasi transfer seperti saat ini.

PSSI memandang kepindahan ini sebagai bagian dari perjalanan karier yang wajar bagi seorang pesepak bola profesional.

Pihak PSSI sangat menghargai setiap langkah yang diambil oleh para penggawa Timnas Indonesia di level klub.

Otoritas sepak bola nasional ini tidak ingin membatasi peluang ekonomi maupun kenyamanan bermain bagi para atletnya.

"Mungkin beda kalau kami gaji mereka, pasti bisa diarahkan. Tapi ini soal pilihan mereka dan Hak asasi mereka juga, kami tidak bisa tahan," jelasnya.

Penjelasan ini mempertegas bahwa kebebasan memilih tempat kerja adalah bagian dari hak asasi yang dijunjung tinggi federasi.

Tanpa adanya keterikatan finansial dari PSSI, maka arahan mengenai tujuan klub menjadi tidak relevan secara hukum.

Sebelum Shayne memutuskan bergabung, sudah banyak nama besar yang lebih dulu mewarnai kompetisi Super League musim ini.

Thom Haye dan Eliano Reijnders tercatat telah memperkuat barisan pemain di klub kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung.

Sementara itu, penyerang muda Rafael Struick lebih memilih untuk membela panji Dewa United di musim yang sama.

Lini belakang Persija Jakarta juga semakin kokoh setelah sebelumnya berhasil mendatangkan bek senior, Jordi Amat.

Dinamika transfer ini berlanjut dengan bergabungnya talenta muda berbakat, Dion Markx, yang resmi berseragam Persib Bandung.

Ketertarikan para pemain kelas dunia ini dianggap sebagai sinyal positif bagi perkembangan kualitas sepak bola di Indonesia.

Banyaknya pemain naturalisasi yang masuk diyakini mampu mendongkrak standar permainan dan daya tarik kompetisi di mata internasional.

Arya beranggapan bahwa Liga Indonesia sudah cukup bagus sehingga banyak dilirik pemain-pemain naturalisasi.

Kenaikan level kompetisi ini diharapkan mampu memberikan atmosfer pertandingan yang lebih ketat bagi seluruh pemain lokal.

Kehadiran mereka tidak hanya soal popularitas, melainkan juga soal transfer ilmu kepada para pesepak bola asli tanah air.

Ekspektasi tinggi kini dibebankan pada penyelenggara liga agar mampu menjaga ritme kompetisi tetap profesional dan bersih.

Dunia internasional kini mulai melihat Indonesia sebagai destinasi baru yang menjanjikan bagi karier pemain sepak bola profesional.

"Mungkin karena banyak pemain naturalisasi datang, kualitas liganya naik sehingga membuat pemain-pemain naturalisasi mau datang," terangnya.

Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa ada hubungan timbal balik antara kualitas liga dengan minat para pemain top.

Jika kualitas terus terjaga, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi kiblat baru sepak bola di kawasan Asia Tenggara.

Bukan hanya pemain keturunan, daya pikat liga nasional kini telah merambah ke pemain-pemain asing berkualitas tinggi lainnya.

Semangat kompetisi yang tinggi menjadi alasan utama mengapa banyak pihak ingin merasakan atmosfer stadion di Indonesia yang megah.

"Tidak hanya pemain naturalisasi, banyak juga pemain top yang mau datang karena kualitas kita," pungkasnya.

Pernyataan penutup tersebut menegaskan optimisme PSSI terhadap masa depan liga yang kian bersinar di kancah global.

Dengan komposisi skuad yang semakin mewah, Super League diharapkan menjadi panggung pembuktian bagi kejayaan sepak bola nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Shayne Pattynama Susul Thom Haye Tampil di Super League, PSSI Angkat Tangan

Shayne Pattynama Susul Thom Haye Tampil di Super League, PSSI Angkat Tangan

Bola | Senin, 26 Januari 2026 | 10:27 WIB

Kronologis Emil Audero Ditinggal Bus Usai Kekalahan dari Jay Idzes Cs, Gara-gara Orang Indonesia

Kronologis Emil Audero Ditinggal Bus Usai Kekalahan dari Jay Idzes Cs, Gara-gara Orang Indonesia

Bola | Senin, 26 Januari 2026 | 08:23 WIB

Liga Lokal Indonesia Kini Penuh dengan7Pemain Diaspora, Siapa Saja Dia?

Liga Lokal Indonesia Kini Penuh dengan7Pemain Diaspora, Siapa Saja Dia?

Bola | Senin, 26 Januari 2026 | 07:47 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×