- Emil Audero tidak pulang bersama bus tim karena meladeni wawancara dengan jurnalis dan konten kreator asal Indonesia di Stadion Mapei.
- Manajemen Cremonese memberikan fasilitas mobil dinas khusus untuk mengantar Audero, prosedur yang biasa dilakukan untuk pemain yang tertahan tes doping.
- Sembilan pemain Cremonese lainnya juga tidak menaiki bus tim dan memilih kendaraan pribadi karena tim diliburkan pada keesokan harinya.
Suara.com - Kabar miring sempat menerpa kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, yang disebut-sebut ketinggalan bus tim Cremonese usai laga Serie A akhir pekan lalu.
Isu tersebut mencuat viral di media sosial setelah kekalahan Cremonese dari Sassuolo di Stadion Mapei pada Minggu (25/1/2026).
Namun, di balik narasi negatif yang beredar, ternyata tersimpan sejumlah fakta menarik yang justru menunjukkan sisi lain dari kejadian tersebut.
Berikut adalah deretan fakta sebenarnya dari insiden yang sempat membuat heboh jagat maya tersebut.
1. Tertahan Demi Fans Indonesia
Fakta pertama yang terungkap adalah alasan keterlambatan Audero ternyata disebabkan oleh dedikasinya meladeni wawancara khusus.
Kiper berdarah Mataram itu menyempatkan waktu cukup lama di mixed zone untuk berbincang dengan jurnalis dan dua konten kreator asal Indonesia yang jauh-jauh datang ke Italia.
Agenda temu sapa dengan perwakilan media dari negara asal ayahnya itu membuat Audero harus keluar stadion lebih lambat dari jadwal keberangkatan bus.
2. Fasilitas 'VVIP' dari Klub
Baca Juga: Rapor Jay Idzes Usai Kemenangan Sassuolo Tekuk Emil Audero Cs, Nemanja Matic Jadi MVP
Alih-alih ditinggal begitu saja sebagai hukuman, manajemen Cremonese justru memberikan fasilitas khusus kepada sang penjaga gawang.
Klub secara sigap menyiapkan mobil dinas operasional untuk mengantar Audero pulang dengan aman dan nyaman ke Cremona.
Kendaraan tersebut biasanya hanya digunakan untuk situasi mendesak, seperti mengantar pemain yang tertahan lama akibat prosedur tes antidoping acak.
3. Bukan Satu-satunya yang 'Tertinggal'
Narasi bahwa Audero satu-satunya yang tidak naik bus ternyata juga kurang tepat menurut laporan media Italia.
Faktanya, ada sembilan pemain Cremonese lainnya yang juga memutuskan untuk tidak pulang bersama rombongan bus tim.