- Chelsea lolos otomatis ke 16 besar Liga Champions setelah menang dramatis melawan Napoli di Stadion Diego Armando Maradona pada Rabu (28/1/2026).
- Pelatih Liam Rosenior terbukti sukses melalui perubahan taktik yang menghasilkan dua gol penentu dari Joao Pedro.
- Kemenangan ini penting sebab menghindarkan Chelsea dari babak play-off tambahan yang menambah jadwal pertandingan tim.
Suara.com - Chelsea memastikan tiket langsung ke babak 16 besar Liga Champions setelah menang dramatis atas Napoli dalam laga krusial di Stadion Diego Armando Maradona, Rabu (28/1/2026) malam waktu setempat.
Kemenangan comeback ini sekaligus menjadi panggung pembuktian bagi pelatih muda Liam Rosenior, yang sukses mengalahkan seniornya, Antonio Conte.
Chelsea sempat tertinggal 2-1 di atmosfer panas Naples.
Situasi itu membuat The Blues berada di ambang harus melalui jalur play-off dua leg demi bertahan di kompetisi. Namun perubahan taktik Rosenior di babak kedua mengubah segalanya.
Dua gol dari Joao Pedro membalikkan keadaan dan mengantar Chelsea menang, sekaligus memastikan finis di delapan besar fase liga dan lolos otomatis ke fase gugur.
Liam Rosenior, yang baru menangani Chelsea awal bulan ini, melakukan sejumlah keputusan krusial.
Masuknya Cole Palmer di awal babak kedua menjadi faktor penting, karena ia terlibat langsung dalam proses terciptanya dua gol Joao Pedro.
Sementara Trevoh Chalobah menambah kekuatan lini belakang, membuat Napoli hanya mampu mencatat satu tembakan tepat sasaran di babak kedua.
“Ini bukan soal saya. Tugas saya adalah memenangkan pertandingan sebagai manajer Chelsea,” kata Rosenior dilansir dari BBC.
Baca Juga: Sundulan Maut Robek Gawang Real Madrid, Anatoliy Trubin: Tiba-tiba Saya Disuruh Maju
“Saya ingin tim bermain menyerang, saya ingin kami pergi ke sini untuk menang.”
Hasil ini membuat Chelsea terhindar dari jadwal padat tambahan di babak play-off.
“Ini sangat besar bagi kami. Sangat penting karena kami bisa fokus latihan dan persiapan tim tanpa harus menambah dua pertandingan lagi,” ujar Rosenior.
Ia juga menegaskan ambisi Chelsea di Liga Champions:
“Kami ingin lebih. Di Liga Champions, Anda harus melawan yang terbaik dan mengalahkan yang terbaik.”
Di sisi lain, kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Antonio Conte di Liga Champions. Napoli asuhannya finis di posisi ke-30 dari 36 tim pada fase liga, dan kembali gagal lolos ke fase gugur.