-
Calvin Verdonk sukses membawa klub Prancis, Lille, lolos ke babak playoff Liga Europa 2025-2026.
-
Lille mengalahkan Freiburg 1-0 berkat gol penalti Olivier Giroud di menit-menit akhir pertandingan.
-
Potensi lawan Lille di playoff meliputi Red Star Belgrade atau tim Spanyol, Celta Vigo.
Suara.com - Panggung sepak bola Eropa kembali menjadi saksi kehebatan salah satu pilar andalan lini belakang Timnas Indonesia.
Bek sayap kiri kebanggaan tanah air, Calvin Verdonk, menorehkan tinta emas dalam perjalanan karier profesionalnya di benua biru.
Ia berhasil menjadi aktor penting yang mengawal keberhasilan Lille menembus fase playoff Liga Europa musim 2025-2026.
Kepastian langkah klub berjuluk Les Dogues ini didapatkan setelah melewati pertarungan tensi tinggi yang sangat menguras emosi.
Kemenangan tipis namun krusial pada laga pamungkas fase liga menjadi kunci utama kelolosan tim asal Prancis tersebut.
Lille memastikan diri bertahan di kompetisi kasta kedua Eropa ini setelah membungkam perlawanan sengit wakil Jerman, Freiburg.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Stade Pierre-Mauroy menjadi saksi perjuangan tanpa lelah Verdonk dan rekan-rekannya.
Skor akhir 1-0 sudah cukup bagi Les Dogues untuk mengamankan posisi aman di tabel klasemen sementara.
Pahlawan kemenangan malam itu adalah striker legendaris asal Prancis, Olivier Giroud, yang mencetak gol di penghujung laga.
Baca Juga: 'Hilal' Maarten Paes ke Ajax Amsterdam Sudah Lama Terlihat, Kondisinya Memang Begini di FC Dallas
Eksekusi penalti dingin Giroud pada menit ke-90+2 memastikan tiga poin penuh masuk ke kantong skuad asuhan Bruno Genesio.
Dalam pertandingan hidup mati tersebut, Calvin Verdonk dipercaya tampil sejak menit awal oleh sang juru taktik.
Pemain yang memiliki darah keturunan Aceh ini menunjukkan kelasnya sebagai bek modern dengan atribut bertahan dan menyerang yang seimbang.
Selama 82 menit berada di lapangan, Verdonk menjadi tembok kokoh sebelum akhirnya ditarik keluar dan digantikan Romain Perraud.
Data statistik menunjukkan performa luar biasa Verdonk dengan mencatatkan satu intersep penting dan satu tekel bersih yang mematikan lawan.
Tidak hanya bertahan, ia juga aktif membantu serangan dengan menciptakan satu peluang berbahaya serta melakukan empat kali recoveries bola.
Konsistensi permainan yang ditunjukkan oleh Verdonk sepanjang babak penyisihan membawa Lille menduduki peringkat ke-18.
Hasil ini memaksa mereka untuk berjuang lebih keras melalui jalur babak playoff sistem gugur yang penuh risiko.
Berdasarkan aturan terbaru kompetisi, tim di posisi ini harus saling sikut demi mendapatkan tiket ke babak 16 besar.
Ujian sesungguhnya baru saja dimulai bagi klub yang bermarkas di wilayah utara Prancis tersebut untuk meraih trofi.
Dukungan publik sepak bola Indonesia kini mengalir deras melihat representasi pemain nasional bersaing di level tertinggi antarklub Eropa.
Lille kini dihadapkan pada dua skenario calon lawan yang memiliki reputasi besar di kancah sepak bola internasional.
Nama pertama yang berpotensi menjadi batu sandungan adalah raksasa asal Serbia, Red Star Belgrade atau Crvena Zvezda.
Klub ini bukan lawan sembarangan karena pernah mengangkat trofi paling bergengsi, Liga Champions, pada musim 1990-1991 silam.
Red Star Belgrade mengakhiri fase liga di posisi ke-15 dengan keunggulan poin tipis di atas skuad Calvin Verdonk.
Lille memiliki memori kelam saat dikalahkan tim ini dengan skor 0-1 pada pertemuan di matchday keempat lalu.
Selain wakil Serbia, ancaman nyata lainnya datang dari utusan La Liga Spanyol yang sedang naik daun, Celta Vigo.
Tim berjuluk Os Celestes tersebut saat ini menjadi kekuatan baru yang menakutkan dengan menempati posisi tujuh besar klasemen Spanyol.
Celta Vigo sebelumnya pernah memberikan luka bagi Lille lewat kemenangan tipis 2-1 pada laga matchday ketujuh.
Jika takdir mempertemukan mereka kembali, laga ini dipastikan akan menjadi momentum balas dendam yang sempurna bagi Verdonk.
Ambisi besar untuk membalikkan keadaan menjadi motivasi tambahan bagi seluruh penggawa Les Dogues di babak playoff nanti.
Perjalanan menuju kejayaan di Liga Europa 2025-2026 dipastikan akan semakin terjal dan memerlukan stamina fisik yang prima.
Apabila Lille mampu menjinakkan lawannya di playoff, raksasa lain sudah menunggu mereka dengan sabar di fase berikutnya.
Klub-klub mapan seperti Olympique Lyon dan Aston Villa telah mengamankan tempat otomatis berkat dominasi mereka di fase liga.
Menghadapi tim sekelas Aston Villa akan menjadi ujian mental yang sangat berharga bagi perkembangan karier Calvin Verdonk.
Seluruh mata kini tertuju pada perjuangan bek kiri Indonesia ini dalam mengharumkan nama bangsa di kancah sepak bola dunia.