- Lille lolos ke playoff Liga Europa setelah menang 1-0 atas Freiburg lewat gol penalti Olivier Giroud di menit akhir pertandingan.
- Calvin Verdonk tampil sebagai starter selama 82 menit dan berpeluang menghadapi Red Star Belgrade, mantan klub bintang Persija, Bruno Matos.
- Babak playoff menjadi ajang balas dendam bagi Lille yang sebelumnya sempat kalah dari calon lawannya, Red Star Belgrade dan Celta Vigo, di fase grup.
Suara.com - Bek kiri Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, baru saja merayakan kesuksesan bersama Lille OSC setelah mengunci tiket ke babak playoff Liga Europa musim 2025/2026.
Kepastian langkah Les Dogues ke fase gugur ini memunculkan skenario menarik di mana Calvin Verdonk berpotensi menghadapi klub raksasa Serbia yang memiliki ikatan sejarah dengan mantan bintang Persija Jakarta.
Pertemuan Lille di babak playoff Liga Europa ini akan menjadi ujian berat bagi Verdonk karena calon lawan mereka merupakan tim-tim tangguh yang pernah menumbangkan mereka di fase liga.
Lille berhasil menduduki peringkat ke-18 klasemen akhir fase liga setelah menundukkan perlawanan sengit wakil Jerman, SC Freiburg.
Duel penentu yang berlangsung di Stade Pierre-Mauroy tersebut berakhir dengan skor tipis 1-0 berkat gol penalti dramatis Olivier Giroud pada menit-menit akhir.
Calvin Verdonk kembali mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih Bruno Genesio untuk turun sebagai pemain inti di sektor kiri pertahanan.
Pemain berusia 28 tahun itu mencatatkan performa impresif dengan torehan satu intersep, satu tekel sukses, serta satu peluang matang bagi rekan setimnya.
Setelah berjuang keras selama 82 menit di lapangan, Verdonk akhirnya ditarik keluar dan digantikan oleh Romain Perraud sesaat sebelum gol kemenangan tercipta.
Kini sorotan tertuju pada pengundian babak playoff, di mana Red Star Belgrade menjadi salah satu kandidat lawan yang paling mencuri perhatian.
Baca Juga: Bikin Lawan Mati Kutu, Intip Statistik Mentereng Calvin Verdonk Lawan Freiburg
Klub asal Serbia ini bukan nama asing bagi penggemar sepak bola di tanah air karena pernah diperkuat oleh gelandang kreatif asal Brasil, Bruno Matos.
Bruno Matos yang sempat menjadi idola di Persija Jakarta tercatat pernah mencicipi atmosfer kompetisi bersama raksasa Belgrade tersebut sebelum merumput di Indonesia.
Red Star Belgrade sendiri memiliki reputasi mentereng sebagai pengoleksi trofi Piala Champions musim 1990/1991 dan finis di urutan ke-15 pada klasemen Liga Europa musim ini.
Selain wakil Serbia tersebut, Lille juga memiliki risiko besar untuk dipertemukan kembali dengan wakil Spanyol, Celta Vigo.
Celta Vigo tampil sangat dominan musim ini dengan menduduki papan atas Liga Spanyol dan sempat mengandaskan Lille dengan skor 2-1 di fase grup.
Skenario ini membuat babak playoff Liga Europa akan menjadi arena pembalasan dendam yang sempurna bagi Verdonk dan kolega untuk membalikkan catatan buruk mereka.