-
Suporter Inter Milan kehilangan tiga jari akibat petasan meledak di tangannya sendiri.
-
Emil Audero mengalami luka bakar ringan akibat lemparan flare dari oknum pendukung lawan.
-
Beppe Marotta menyampaikan permohonan maaf resmi kepada Emil Audero dan seluruh warga Cremona.
Suara.com - Kemenangan Inter Milan di markas Cremonese harus dibayar mahal dengan insiden berdarah di tribun penonton.
Laga yang berlangsung di Stadion Giovanni Zini pada Senin (2/2) tersebut berakhir dengan skor 0-2.
Namun, fokus publik teralihkan oleh tindakan berbahaya yang dilakukan oleh oknum pendukung tim tamu.
Sebuah benda tajam berupa flare dilempar dari arah tribune dan mendarat tepat di dekat kiper.
Akibat ledakan tersebut, penjaga gawang Cremonese, Emil Audero, tampak terkejut dan segera memegangi telinganya.

Kronologi Ledakan Flare di Lapangan
Wasit terpaksa menghentikan jalannya pertandingan untuk sementara waktu akibat asap tebal yang menyelimuti area.
Tim medis segera masuk ke lapangan guna memberikan pertolongan pertama kepada kiper keturunan Indonesia tersebut.
Meski sempat mengalami guncangan, Emil Audero dilaporkan tetap menunjukkan profesionalisme tinggi dengan melanjutkan laga.
Pemeriksaan medis awal menunjukkan bahwa Audero menderita luka bakar pada bagian kaki akibat percikan api.
Keadaan stadion sempat mencekam ketika suara ledakan kedua kembali terdengar menggelegar dari sektor suporter.
Nasib Tragis Pelaku Pelemparan Petasan
![Emil Audero sah bergabung dengan U.S. Cremonese dengan status pinjaman dari Como 1907 disertai opsi pembelian permanen. [Instagram Cremonese]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/27/53670-emil-audero.jpg)
Berbeda dengan ledakan pertama, ledakan susulan ini tidak mengenai pemain mana pun di area hijau.
Justru suara tersebut memicu kegaduhan luar biasa di tengah kerumunan pendukung Nerazzurri yang hadir di sana.
"Pelaku akhirnya teridentifikasi setelah mendatangi rumah sakit di Cremona dengan cedera serius di tangan," tulis Football Italia melaporkan.