-
Persija Jakarta kalah memalukan 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
-
Diky Soemarno mengkritik strategi pelatih yang jarang memainkan pemain baru seperti Shayne Pattynama.
-
Peluang juara Persija terancam sirna karena sudah menelan lima kali kekalahan musim ini.
Kekecewaan kian mendalam karena tim seolah kehilangan taji justru saat bermain di depan pendukung sendiri.
Sorotan Terhadap Pemain Baru
Manajemen Persija sebenarnya sudah bergerak aktif di bursa transfer dengan memboyong nama-nama besar ke Jakarta.
Sosok seperti Mauro Zijlstra dan Fajar Fathurrahman diharapkan mampu memberikan dampak instan bagi kekuatan tim.
Namun sayangnya, peran para pemain tersebut belum terlihat menonjol dalam skema permainan pelatih Mauricio Souza.
"Sejujurnya, teman-teman Jakmania berharap bisa melihat pemain-pemain baru Persija tampil lebih banyak. Misalnya Shane Pattynama yang belum dimainkan secara konsisten. Kalau tidak salah, baru bermain saat melawan Persita," jelasnya.
Jakmania masih menunggu kapan para pemain bintang tersebut bisa menunjukkan kualitas aslinya secara penuh di lapangan.
Nasib Transfer Pemain Asing
Selain nama lokal dan naturalisasi, sektor pemain asing juga tidak luput dari pengamatan kritis para suporter.
"Begitu juga dengan Paulo Ricardo, kami belum benar-benar melihat performanya secara utuh. Jadi bagaimana kita bisa menilai apakah transfer ini berhasil atau tidak jika mereka belum teruji secara maksimal?" ia menambahkan.
Hingga saat ini, kontribusi nyata dari rekrutan baru masih menjadi tanda tanya besar bagi publik Jakarta.
Pelatih diharapkan lebih berani dalam meramu komposisi tim agar investasi pemain tidak terbuang sia-sia.
Tanpa adanya pembuktian di lapangan, efektivitas belanja pemain Persija musim ini akan terus dipertanyakan fans.
Jalan Terjal Menuju Juara
Kekalahan ini membuat jarak poin dengan Persib Bandung yang memuncaki klasemen menjadi semakin lebar dan jauh.