-
Persija Jakarta fokus memperbaiki mental pemain usai kekalahan kandang dari Arema FC.
-
Target utama Macan Kemayoran adalah merebut kembali posisi pertama di klasemen liga.
-
Ricky Nelson memastikan tim siap hadapi Bali United meski tanpa kehadiran pelatih kepala.
Asisten pelatih Ricky Nelson menyatakan bahwa persiapan teknis maupun non-teknis telah dilakukan dengan sangat matang.
“Persiapan kami berjalan lancar. Yang paling penting, kami memperbaiki aspek mental dalam sepekan ini. Kekalahan dari Arema FC di kandang cukup mengganggu," kata Ricky dalam konferensi pers jelang laga.
Target Kembali ke Puncak
Pihak manajemen dan tim pelatih sepakat bahwa posisi pertama adalah target utama yang tidak bisa ditawar.
“Jadi, pekan ini tim pelatih dan juga head coach menyiapkan tim untuk kembali ke performa terbaik dan melihat bahwa kompetisi masih panjang,” jelasnya.
Ambisi untuk menguasai klasemen menjadi bahan bakar utama bagi motivasi para pemain di ruang ganti.
Kepercayaan diri yang tinggi diharapkan mampu meredam tekanan dari suporter lawan saat bermain di Gianyar.
“Kami berusaha kembali menuju posisi yang kami inginkan, yaitu posisi pertama. Jadi, mental kami harus kuat," ia menambahkan.
Strategi Tanpa Pelatih Kepala
Meski pelatih kepala berhalangan hadir secara fisik, komunikasi antar staf pelatih tetap terjalin dengan sangat intens.
Instruksi taktis telah disusun sedemikian rupa agar para pemain memahami peran mereka masing-masing di lapangan.
“Semoga apa yang sudah kami rencanakan, walaupun tanpa kehadiran head coach, pesan-pesan yang telah diberikan dalam rapat bisa dijalankan dengan baik. Kami siap menghadapi Bali United,” tuturnya melanjutkan.
Staf kepelatihan optimis bahwa chemistry tim tidak akan terganggu meski nakhoda utama absen di pinggir lapangan.
Kedisiplinan pemain dalam menjalankan instruksi menjadi kunci utama untuk mencuri poin penuh dari tuan rumah.
Waspadai Kebangkitan Serdadu Tridatu