-
Persija Jakarta siap menghadapi Bali United di Stadion Dipta dengan persiapan fisik yang matang.
-
Dony Tri Pamungkas menegaskan skuad Macan Kemayoran fokus penuh demi meraih kemenangan tiga poin.
-
Evaluasi mendalam dilakukan untuk memperbaiki komunikasi dan mentalitas tim usai kekalahan di pekan sebelumnya.
Setiap pemain kini memiliki keyakinan satu suara untuk memberikan hasil terbaik bagi para pendukung setia mereka.
Kemenangan di Bali dianggap sebagai harga mati untuk menjaga persaingan di papan atas klasemen liga musim ini.
"Besok pertandingan sulit bagi kami, tetapi kami akan berusaha dan semua yakin untuk pertandingan besok bisa mendapatkan tiga poin,” jelasnya.
Meski bermain di bawah tekanan suporter lawan, Persija tetap fokus pada skema permainan yang telah disusun pelatih.
Kedisiplinan dalam menjaga area pertahanan akan menjadi kunci utama dalam meredam serangan balik cepat Serdadu Tridatu.
Dony tidak menampik jika atmosfer tim sempat menurun sesaat setelah mereka menelan kekalahan di hadapan publik sendiri.
Rasa kecewa sempat menyelimuti ruang ganti pemain karena gagal memberikan kemenangan yang sangat diharapkan oleh Jakmania.
“Kalau dari kondisi ruang ganti, pasti kami merasa sedih karena mengalami kekalahan di kandang," ia menambahkan.
Namun, kedewasaan para pemain terlihat dari cara mereka dengan cepat melepaskan beban emosional dari masa lalu tersebut.
Fokus kini sepenuhnya dialihkan pada tantangan yang ada di depan mata tanpa terus menoleh ke belakang lagi.
Tim menyadari bahwa penyesalan yang berlarut-larut hanya akan merugikan langkah mereka dalam perburuan gelar juara kompetisi.
“Tetapi itu sudah lewat, kami tidak boleh mengulanginya lagi. Yang harus kami fokuskan sekarang adalah pertandingan berikutnya,” ucapnya lagi.
Ketegasan sikap Dony ini menjadi sinyal kuat bahwa Persija sudah benar-benar melupakan hasil pahit di pekan yang lalu.
Laga melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta ini akan menjadi panggung pembuktian mental juara mereka.
Persija Jakarta ingin menunjukkan bahwa Macan Kemayoran tetap menjadi ancaman serius bagi siapapun lawan yang dihadapi.