- Lilian Thuram mengkritik keras Jose Mourinho atas komentarnya mengenai insiden rasisme Vinicius Junior.
- Mourinho menyatakan Vinicius perlu mengontrol selebrasi golnya agar tidak memicu reaksi penonton.
- Thuram menegaskan bahwa menyalahkan korban rasisme mencerminkan superioritas kulit putih dan menghambat upaya persatuan.
Suara.com - Kontroversi seputar insiden rasisme yang melibatkan Vinicius Junior dan Gianluca Prestianni kembali memanas setelah mantan bek Juventus, Lilian Thuram sampaikan kritik tajam kepada Jose Mourinho.
Pelatih asal Portugal itu menekankan bahwa dirinya tidak bisa memastikan siapa yang benar antara Prestianni dan Vinicius, sekaligus menyinggung perilaku selebrasi gol Vinicius.
Menurut Mourinho, Vinicius harus lebih memperhatikan cara merayakan golnya dan tidak memprovokasi penonton.
Pernyataan ini dianggap kontroversial karena dianggap menyalahkan korban.
Lillian Thuram, yang sejak lama aktif melawan rasisme, menilai sikap Mourinho mencerminkan superioritas dan narsisme kulit putih.
![Pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, dipastikan tidak akan duduk di bangku cadangan saat timnya menghadapi Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabéu. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/18/67403-jose-mourinho.jpg)
“Bagaimana mungkin seorang pelatih memutuskan apa yang berhak dilakukan Vinicius?"
"Menyalahkan korban atas tindakan rasisme yang dialaminya adalah kekerasan total. Ini menunjukkan ketidakmampuan untuk menempatkan diri pada posisi korban.” kepada L’Equipe.
Thuram menambahkan, insiden rasisme tidak ada hubungannya dengan perilaku korban, melainkan karena warna kulitnya.
Menganggap Vinicius mencari masalah adalah pandangan yang sangat berbahaya dan tidak bisa diterima.
Baca Juga: Terbongkar! Jose Mourino Perintahkan Hal Ini ke Pemain Benfica Usai Insiden Rasisme
Thuram menilai Mourinho jadi sosok kerdil karena gagal menganalisis rasisme sebagai masalah kemanusiaan dan sebaliknya menilai melalui perspektif kulit putih.
Menurut Thuram, komentar seperti ini menghambat persatuan dalam melawan rasisme di sepak bola.
Kontributor: M.Faqih