- Pelatih Ajax, Fred Grim, kecewa atas hasil imbang 1-1 melawan NEC di Eredivisie pada Minggu (22/2).
- Grim menilai Ajax kalah signifikan dalam aspek fisik, duel, dan perebutan bola kedua dari NEC.
- Ajax gagal mempertahankan keunggulan babak pertama karena dominasi NEC dan pilihan umpan panjang tidak efektif.
Suara.com - Pelatih Ajax, Fred Grim, tak menutupi kekecewaannya usai hasil imbang 1-1 melawan NEC dalam lanjutan Eredivisie, Minggu (22/2).
Bermain di Johan Cruijff ArenA, Ajax gagal memaksimalkan peluang dan harus puas berbagi angka. Pada laga dinihari tadi, kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes melakoni debutnya sebagai pemain anyar Ajax.
Fred Grim bahkan menyebut timnya kalah dalam aspek fisik dan duel, yang menjadi pembeda utama dalam laga tersebut.
Ajax sempat tampil kompetitif di babak pertama dan bahkan mampu unggul lebih dulu. Namun selepas turun minum, NEC tampil jauh lebih dominan.
Tim tamu berani menekan tinggi, agresif dalam duel satu lawan satu, dan unggul dalam perebutan bola kedua. Grim mengakui perubahan momentum itu sangat terasa.
![Kiper timnas Indonesia, Maarten Paes, mengaku memiliki perasaan campur aduk usai menjalani debut bersama Ajax Amsterdam dalam lanjutan Eredivisie. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/22/13019-maarten-paes.jpg)
“Kami memang sempat unggul, tapi setelah jeda saya melihat NEC jauh lebih dominan. Kami kebobolan dan setelah itu bekerja keras untuk menyelamatkan hasil. Hasil imbang mungkin yang tertinggi bisa kami dapatkan, tetapi sebagai Ajax Anda harusnya menang di sini,” ujar Grim dikutip dari Sportnieuws.nl
Grim secara terang-terangan menyoroti kekuatan fisik NEC. Menurutnya, Ajax kalah dalam duel dan power di lapangan.
“Kalau melihat perebutan bola kedua dan cara beberapa pemain NEC mencari ruang dengan kekuatan penuh, di situ saya pikir ada perbedaannya. Di NEC ada lebih banyak ‘kerels’ (pemain kuat secara fisik). Itu juga soal tipe pemain,” tegasnya.
Alih-alih tetap memainkan bola dengan sabar, Ajax justru kerap memilih umpan panjang yang tak efektif saat ditekan.
Baca Juga: Dampak Kegemilangan Debut Maarten Paes di Ajax, Pelatih Lawan Sampai Ngamuk
“Kami tahu mereka akan menekan tinggi dan agresif dalam duel. Maka Anda harus lebih bergerak, ambil inisiatif, berani bermain. Tapi kami malah memilih bola panjang dan itu sering tidak akurat,” tambah Grim.
Hasil imbang ini membuat Ajax dan NEC sama-sama kehilangan momentum dalam perebutan posisi kedua.
“Kami sebenarnya bermain cukup baik dan menciptakan banyak peluang. Kami mencetak satu gol, tetapi punya lebih banyak kesempatan. Di babak pertama kami bahkan lebih dominan,” jelasnya.
“Kami harus bisa membentengi diri lebih baik melawan tim seperti NEC yang bermain satu lawan satu dan penuh duel. Kami sedang bekerja dengan beberapa pemain untuk membuat langkah-langkah itu terjadi,” katanya.
Ia juga menyebut timnya kehilangan keberanian dan kreativitas di babak kedua.
“Kami tidak lagi mampu membebaskan diri dari tekanan dan kurang pergerakan tanpa bola. Itu juga soal keberanian dan kegembiraan bermain. Itu yang kami rindukan.”