- Sami Khedira meminta Vinicius Junior menunjukkan kedewasaan lebih karena ia adalah panutan bagi banyak anak muda dunia.
- Khedira menyatakan bahwa tindakan rasisme terhadap Vinicius tidak dapat ditoleransi dan wajib mendapatkan sanksi tegas.
- Mantan pemain Madrid itu memuji format baru Liga Champions yang meningkatkan tensi dan kompetisi antar tim saat ini.
Suara.com - Mantan gelandang Real Madrid, Sami Khedira, melontarkan pesan tegas kepada Vinicius Junior.
Ia menilai bintang asal Brasil itu harus memahami posisinya sebagai panutan bagi jutaan anak di seluruh dunia.
Khedira, yang pernah mempersembahkan trofi Liga Champions untuk Real Madrid dan Piala Dunia 2014 bersama Jerman, kini aktif sebagai analis dan duta sejumlah kegiatan sepak bola Eropa.
Menurut Khedira, Vinicius memang memiliki karakter ekspresif di lapangan. Namun sebagai pemain kelas dunia, ia dituntut lebih dewasa.
“Vini harus memahami bahwa dia adalah panutan bagi jutaan anak, seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi dulu,” ujar Khedira dilansir dari AS.
Ia mencontohkan Cristiano Ronaldo yang di awal karier kerap menunjukkan ego tinggi, tetapi kemudian berkembang menjadi sosok pemimpin.
![Isu Panas Real Madrid: Vinicus Jr Cemberu Berat Gaji Lebih Kecil Dibanding Mbappe [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/22/72963-mbappe-vinicius-jr.jpg)
Hal serupa dinilai menjadi tahap berikutnya dalam perkembangan Vinicius.
Meski begitu, Khedira menegaskan tak ada pembenaran untuk tindakan rasisme.
Menanggapi dugaan insiden penghinaan rasial terhadap Vinicius dalam laga di Lisbon, ia menyatakan sikap tanpa kompromi.
Baca Juga: Media Brasil Bongkar Rahasia Eks Real Madrid yang Baru Mualaf, Dituding Jalin Hubungan Terlarang
“Jika kata-kata rasis benar diucapkan, itu tidak bisa ditoleransi dan harus mendapat sanksi berat. Tidak ada seorang pun yang berhak mendiskriminasi orang lain karena warna kulit atau asal-usulnya,” tegasnya.
Khedira juga memuji format baru Liga Champions dan Liga Europa yang dinilainya menghadirkan tensi lebih tinggi.
Menurutnya, persaingan kini jauh lebih kompetitif karena hingga laga terakhir fase grup, posisi delapan besar dan zona playoff masih belum pasti.
“Dulu tim besar bisa sedikit santai di akhir fase grup. Sekarang tidak mungkin lagi. Itu membuat kompetisi jauh lebih menarik,” katanya.
Di sisi lain, Khedira menilai dominasi finansial Premier League masih sulit ditandingi liga lain seperti La Liga dan Bundesliga.
“Secara finansial hampir mustahil bersaing dengan Inggris. Mereka sudah bertahun-tahun membangun strategi yang jelas, baik dari sisi gaya bermain maupun pemasaran internasional,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menilai uang bukan segalanya. Kompetensi pelatih dan manajemen tetap menjadi faktor penentu kesuksesan klub.
Kontributor: Azka Putra