-
Semen Padang kalah 0-4 dari Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda Lampung.
-
Dejan Antonic mengkritik wasit dan fungsi VAR yang tidak maksimal selama laga berlangsung.
-
Bhayangkara FC menembus lima besar klasemen sementara sedangkan Semen Padang tertahan di posisi 17.
Suara.com - Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim menjadi saksi bisu kekecewaan mendalam dari kubu tim tamu.
Semen Padang harus pulang dengan tangan hampa setelah dibungkam tuan rumah dengan skor telak 0-4.
Namun sorotan utama bukan hanya soal angka di papan skor melainkan jalannya pertandingan yang aneh.
Dejan Antonic selaku arsitek tim Kabau Sirah meluapkan kekesalannya terhadap sejumlah keputusan pengadil di lapangan hijau.
Kekalahan memilukan ini membuat sang pelatih melabeli laga tersebut sebagai sebuah drama yang menggelitik.
Sang pelatih merasa banyak momentum yang merugikan anak asuhnya akibat keputusan yang dianggap kurang tepat.
Kejadian bermula saat wasit memberikan hadiah penalti kepada tim tuan rumah di tengah tensi tinggi.
Kondisi semakin diperparah dengan keputusan wasit yang mengeluarkan kartu merah untuk pemain Semen Padang.
Pelatih berkebangsaan Serbia tersebut secara terbuka menyuarakan ketidakpuasannya di hadapan para awak media lokal.
"Pertandingan berjalan “cukup lucu” dihadiahi penalti bagi tuan rumah, serta kartu merah yang tak perlu dari wasit untuk pemain kami," katanya dalam konferensi pers usai pertandingan di Bandarlampung, Selasa.
Selain kinerja wasit yang dipertanyakan Dejan juga menyoroti kegagalan sistem pendukung di stadion tersebut.
Teknologi Video Assistant Referee atau VAR yang seharusnya membantu keadilan justru dianggap gagal berfungsi optimal.
Padahal keberadaan VAR diharapkan mampu meminimalisir kesalahan manusia dalam mengambil keputusan krusial di setiap laga.
Ketidaksiapan teknis ini dinilai menjadi beban mental tersendiri bagi para penggawa tim tamu di lapangan.
"Ya kami kalah hari ini, tapi saya bisa lihat pertandingan cukup lucu, dua penalti langsung kartu merah, VAR tidak jalan. Saya tidak tahu apa yang terjadi,” kata dia.