- Gianni Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA pada 26 Februari 2016, menggantikan Sepp Blatter di tengah skandal korupsi besar.
- Di bawah kepemimpinannya, FIFA berhasil memulihkan keuangan dari defisit menjadi proyeksi pendapatan rekor 13 miliar dolar AS hingga 2026.
- Kebijakan pentingnya termasuk ekspansi Piala Dunia menjadi 48 tim dan penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub format baru di Amerika Serikat 2025.
Keduanya kerap tampil bersama dalam berbagai acara, termasuk undian Piala Dunia 2026. Bahkan Trump menerima penghargaan FIFA Peace Prize, sebuah keputusan yang menuai polemik.
Piala Dunia 2026 juga menjadi bahan perdebatan akibat lonjakan harga tiket yang signifikan.
Tiket final di New Jersey disebut mencapai lebih dari £3.000 untuk kategori termurah.
Infantino membela kebijakan tersebut dengan alasan tingginya permintaan publik dan menegaskan seluruh pendapatan akan kembali ke pengembangan sepak bola global.
Di sisi lain, gaji Infantino juga meningkat tajam. Setelah terpilih kembali tanpa lawan pada 2019 dan 2023, ia kini menerima gaji mendekati pendahulunya di era akhir kepemimpinan Blatter.
Kontributor: Adam Ali