Ketua YLBHI Kritik Sikap Inferior Presiden Prabowo di Hadapan Donald Trump

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:18 WIB
Ketua YLBHI Kritik Sikap Inferior Presiden Prabowo di Hadapan Donald Trump
Ketua YLBHI, Muhammad Isnur dalam diskusi publik bertajuk "Bahaya di Balik Perjanjian Dagang USA-Indonesia dan Problematika Pengiriman Militer ke Palestina (BoP)" di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026). [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • Ketua YLBHI nilai posisi Presiden Prabowo tampak inferior di hadapan Donald Trump.
  • Isnur kritik penandatanganan perjanjian internasional tanpa persetujuan DPR oleh Presiden.
  • YLBHI sebut kesepakatan dagang Indonesia-AS berpotensi membebani dan merugikan negara.

Suara.com - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menyoroti sikap Indonesia dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Washington DC, Amerika Serikat (AS), pekan lalu. Isnur menilai kehadiran Prabowo tampak inferior, baik saat menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (BoP) maupun dalam penandatanganan perjanjian dagang dengan Presiden AS Donald Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan Isnur saat memaparkan argumen Koalisi Masyarakat Sipil dalam diskusi publik bertajuk "Bahaya di Balik Perjanjian Dagang USA-Indonesia dan Problematika Pengiriman Militer ke Palestina (BoP)".

"Bagi kami, ada kesamaan posisi standing Indonesia melalui Prabowo di depan Amerika dan Trump. Pertama, posisinya sangat inferior, sangat lemah, dan tampak 'pasrah bongkokan' (menyerah total)," ujar Isnur di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).

Menurut Isnur, posisi Indonesia terlihat seperti sedang memelas untuk mendapatkan sesuatu dari Amerika Serikat. Ia menyayangkan hilangnya marwah bangsa dalam pertemuan strategis tersebut.

"Tidak ada marwah dan kebanggaan sebagai sebuah bangsa yang merdeka. Dampaknya, klausul-klausul yang dihasilkan berpotensi memberatkan dan membuat Indonesia menderita. Sikapnya inferior, tidak mencerminkan citra 'Macan Asia', melainkan justru sebaliknya," tegas Isnur.

Isnur juga mengkritik langkah Presiden dalam meneken sejumlah dokumen internasional, mulai dari keikutsertaan di BoP hingga kesepakatan tarif resiprokal dengan AS. Ia menilai dua langkah strategis tersebut mengabaikan mandat konstitusi serta peraturan perundang-undangan lainnya.

"Konstitusi dalam Pasal 11 secara tegas menyatakan bahwa setiap perjanjian internasional harus mendapatkan persetujuan DPR, dan DPR tentu harus mendengarkan aspirasi masyarakat terlebih dahulu," jelasnya.

Terkait gestur Prabowo yang diminta Trump memegang dokumen dalam pertemuan BoP yang sempat viral, Isnur enggan berkomentar secara spesifik. Ia menyatakan bahwa penilaiannya didasarkan pada substansi keputusan yang diambil pemerintah.

"Saya melihat dari hasil, sikap, dan keputusan-keputusan yang dihasilkan secara keseluruhan," pungkas Isnur.

Baca Juga: Bayang-Bayang Perang: 12 Jet Tempur Amerika Mendarat saat Iran-AS Bersiap Berunding di Jenewa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI