-
Persib Bandung tetap percaya diri menjamu Madura United meski Bojan Hodak absen bertanding.
-
Federico Barba menegaskan kekompakan tim menjadi kunci utama meraih kemenangan di kandang.
-
Target tiga poin menjadi harga mati Persib demi menjaga persaingan gelar juara.
Suara.com - Kondisi kebugaran penggawa Persib Bandung kini tengah diuji menjelang laga krusial pekan ke-23 Super League.
Jadwal kompetisi yang sangat padat memaksa tim kebanggaan Jawa Barat ini memutar otak.
Hanya berselang empat hari dari laga sebelumnya, Persib Bandung harus kembali turun ke lapangan hijau.
Stadion Gelora Bandung Lautan Api akan menjadi saksi perjuangan tim tuan rumah pada Kamis ini.
Waktu pemulihan yang sangat singkat menjadi tantangan fisik nyata bagi seluruh pemain Maung Bandung.
Kabar kurang sedap datang karena pelatih kepala mereka dipastikan tidak bisa mendampingi tim.
Bojan Hodak terpaksa menepi dari area teknis akibat hukuman akumulasi kartu kuning yang diterimanya.
Aturan ketat kompetisi mengharuskan ofisial absen jika mengoleksi kartu dalam kelipatan tertentu musim ini.
Ini merupakan kali kedua sang nakhoda asal Kroasia tersebut harus menyaksikan laga dari tribun.
Meski demikian, suasana di internal tim tetap terlihat kondusif dan penuh dengan rasa optimisme.
Federico Barba sebagai pilar pertahanan menegaskan bahwa tim dalam kondisi yang sangat stabil.
Pemain bertahan asal Italia tersebut merasa ketidakhadiran pelatih kepala bukan masalah yang besar.
Ia menjamin bahwa seluruh pemain sudah memahami peran dan tanggung jawab masing-masing di lapangan.
Eksistensi Igor Tolic sebagai asisten pelatih dianggap sudah cukup untuk mengawal instruksi teknis pemain.
"Ini bisa saja terjadi ketika musim bergulir. Dan kami sudah siap, kami tetap didampingi coach Igor (Tolic) di sini dan untuk kami, ini semuanya sama saja," ujar Barba dalam jumpa pers jelang laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Rabu (25/2/2026).