Rincian Sanksi AFC Ke PSSI Akibat Pelanggaran Prosedur Pertandingan Melawan Timnas Mali

Pebriansyah Ariefana | Adie Prasetyo Nugraha | Suara.com

Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:17 WIB
Rincian Sanksi AFC Ke PSSI Akibat Pelanggaran Prosedur Pertandingan Melawan Timnas Mali
Sumardji (suara.com)
  • AFC menjatuhkan denda Rp25 juta kepada PSSI akibat keterlambatan administrasi uji coba lawan Mali.
  • Sumardji menegaskan bahwa PSSI siap mematuhi aturan dan segera membayar denda kepada pihak AFC.
  • Pelanggaran administratif ini menjadi sanksi ketujuh yang diterima federasi Indonesia dari Konfederasi Sepak Bola Asia.

Suara.com - Konfederasi Sepak Bola Asia kembali memberikan teguran keras berupa denda finansial kepada federasi sepak bola Indonesia PSSI.

Otoritas tertinggi sepak bola di Asia AFC tersebut menetapkan sanksi sebesar USD 1.500 atau setara dengan Rp25 juta.

Hukuman ini muncul ke permukaan setelah ditemukannya ketidakpatuhan terhadap protokol administrasi dalam agenda uji coba internasional.

Pelanggaran tersebut terjadi saat skuad Garuda Muda melakoni pertandingan persahabatan melawan negara asal Afrika yakni Timnas Mali.

Agenda yang berlangsung pada November 2025 tersebut dinilai tidak memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan AFC.

Keputusan resmi mengenai hukuman ini dipublikasikan oleh Komite Disiplin dan Etik AFC pada Rabu pekan ini.

PSSI dinyatakan bersalah karena mengabaikan ketentuan dalam Pasal 11.15 yang mengatur tentang mekanisme pertandingan antar-konfederasi.

Secara spesifik regulasi tersebut menyoroti prosedur pemberitahuan untuk laga kategori level dua yang melibatkan anggota AFC.

Pertemuan antara Indonesia U-22 dan Mali U-22 seharusnya dilaporkan sesuai dengan tenggat waktu yang telah disepakati sebelumnya.

Keterlambatan dalam mengirimkan dokumen pemberitahuan menjadi alasan utama di balik munculnya sanksi administratif dari pihak konfederasi.

Sumardji yang menjabat sebagai Ketua Badan Tim Nasional memberikan respon awal mengenai kabar yang beredar luas ini.

Dirinya menyatakan bahwa koordinasi internal masih terus dilakukan untuk memverifikasi kebenaran laporan denda tersebut dari Departemen Internasional.

“Belum dapat laporan dari Departemen Internasional (PSSI). Nanti saya akan cek, karena saya juga belum dapat info mengenai sanksi tersebut,” kata Sumardji saat dihubungi, Kamis (26/2/2026).

Meskipun demikian pihak federasi menegaskan tidak akan menghindar dari tanggung jawab jika memang terbukti melakukan kesalahan.

Kepatuhan terhadap aturan induk organisasi merupakan prioritas utama bagi jajaran pengurus pusat sepak bola nasional saat ini.

Sumardji juga memberikan jaminan bahwa proses penyelesaian denda akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat sesuai arahan.

“Kalau memang ada sanksi, pasti kami bayar,” tegas Sumardji.

Berdasarkan aturan yang ada AFC tidak memberikan ruang bagi pihak PSSI untuk mengajukan keberatan atau banding.

Uang denda tersebut wajib disetorkan ke rekening konfederasi maksimal dalam kurun waktu tiga puluh hari ke depan.

Catatan merah ini memperpanjang rekam jejak kedisiplinan federasi Indonesia di mata organisasi sepak bola tingkat Benua Asia.

Ini merupakan kali ketujuh bagi PSSI menerima sanksi dari pihak konfederasi selama periode kepengurusan yang berjalan.

Fakta ini menjadi bahan evaluasi penting bagi manajemen organisasi agar lebih teliti dalam mengurus perizinan laga internasional.

Laga melawan Mali sendiri sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian pemanasan tim menuju ajang bergengsi SEA Games 2025.

Sayangnya performa di lapangan hijau dalam dua pertemuan tersebut belum membuahkan hasil yang benar-benar memuaskan publik.

Skuad asuhan Indra Sjafri harus menerima kenyataan pahit dengan kekalahan telak tiga gol tanpa balas pada laga pertama.

Pertandingan kedua berakhir dengan skor sama kuat dua sama yang menunjukkan adanya sedikit peningkatan dalam permainan.

Meski sanksi administrasi membayangi tim tetap fokus untuk mematangkan strategi demi meraih prestasi di level Asia Tenggara.

Urusan birokrasi diharapkan tidak mengganggu konsentrasi para pemain muda yang sedang membangun mentalitas juara mereka.

PSSI berjanji akan memperbaiki sistem komunikasi administrasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Dukungan publik tetap diharapkan mengalir demi kemajuan sepak bola tanah air di tengah tantangan regulasi internasional.

Prosedur pemberitahuan laga lintas konfederasi seperti antara AFC dan CAF memang dikenal sangat ketat dan mengikat.

Setiap keterlambatan sekecil apapun akan berujung pada konsekuensi finansial yang harus ditanggung oleh pihak federasi anggota.

Pelajaran berharga ini diambil untuk memastikan profesionalitas pengelolaan tim nasional tetap terjaga pada standar tertinggi dunia.

Manajemen tim nasional berupaya menyinkronkan data pertandingan dengan kalender resmi yang diakui oleh pihak otoritas sepak bola.

Langkah ini diambil demi menjaga reputasi sepak bola Indonesia di kancah global serta menghindari pemborosan anggaran federasi.

Indra Sjafri sebagai pelatih terus memantau perkembangan fisik dan teknik anak asuhnya setelah rangkaian uji coba tersebut.

Evaluasi teknis dilakukan beriringan dengan perbaikan sisi manajerial yang baru saja mendapatkan sorotan tajam dari pihak AFC.

Kesiapan mental para pemain juga diuji untuk tetap tenang menghadapi berita-berita miring di luar lapangan hijau saat ini.

Ke depannya setiap agenda uji coba akan dipastikan telah melewati verifikasi dokumen yang lengkap sebelum pertandingan dimulai secara resmi.

Indonesia tetap optimis mampu menunjukkan taringnya pada kompetisi internasional meski sempat terganjal masalah administrasi yang cukup sepele.

PSSI berkomitmen akan segera menuntaskan segala urusan keuangan terkait denda ini sebelum batas waktu yang diberikan berakhir.

Transparansi dalam pengelolaan sanksi menjadi bukti bahwa federasi sangat menghormati otoritas hukum yang berlaku di sepak bola Asia.

Dengan selesainya pembayaran denda nanti fokus penuh akan kembali dicurahkan pada pembinaan usia muda dan prestasi timnas.

Semua pihak berharap agar koordinasi antar departemen di dalam PSSI bisa berjalan lebih harmonis dan efektif ke depannya.

Upaya ini dilakukan semata-mata untuk membawa nama baik bangsa melalui prestasi sepak bola yang bersih dan profesional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Ditinggal Timnas Indonesia, Malaysia Was-was Menanti Sanksi

Bisa Ditinggal Timnas Indonesia, Malaysia Was-was Menanti Sanksi

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:13 WIB

Jelang FIFA Series 2026, Ole Romeny Lupa Caranya Cetak Gol

Jelang FIFA Series 2026, Ole Romeny Lupa Caranya Cetak Gol

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:04 WIB

Viral Host Quezelyhere Mundur, Ini Sanksi Hukum Artis yang Pura-Pura Spill Skincare padahal Endorse

Viral Host Quezelyhere Mundur, Ini Sanksi Hukum Artis yang Pura-Pura Spill Skincare padahal Endorse

Lifestyle | Jum'at, 27 Februari 2026 | 12:23 WIB

Terkini

Sempat Stres Soal Paspoortgate, Dean James Tegaskan Komitmennya untuk Timnas Indonesia

Sempat Stres Soal Paspoortgate, Dean James Tegaskan Komitmennya untuk Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 21:08 WIB

Mikel Arteta: Rasanya Seperti Pukulan Telak di Wajah

Mikel Arteta: Rasanya Seperti Pukulan Telak di Wajah

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 20:23 WIB

Luciano Spalletti Merendah usai Juventus Permalukan Atalanta di Bergamo

Luciano Spalletti Merendah usai Juventus Permalukan Atalanta di Bergamo

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 20:18 WIB

Bantai Australia 4-0, Vietnam Raih Tempat Ketiga Piala AFF Futsal 2026

Bantai Australia 4-0, Vietnam Raih Tempat Ketiga Piala AFF Futsal 2026

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 20:14 WIB

Link Live Streaming Final Piala AFF Futsal 2026: Timnas Futsal Indonesia vs Thailand

Link Live Streaming Final Piala AFF Futsal 2026: Timnas Futsal Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 19:22 WIB

Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi

Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 17:20 WIB

Cetak 2 Gol Injury Time untuk VVV Venlo, Dean Zandbergen Kirim Sinyal Bela Timnas Indonesia

Cetak 2 Gol Injury Time untuk VVV Venlo, Dean Zandbergen Kirim Sinyal Bela Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 16:37 WIB

Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar

Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 16:35 WIB

Dorong Sepakbola Putri, IndonesiaPrancis Gelar Coaching Clinic dan Workshop

Dorong Sepakbola Putri, IndonesiaPrancis Gelar Coaching Clinic dan Workshop

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 16:11 WIB

Marc Klok Ingin Tuah GBLA Berlanjut Saat Persib Bandung Hadapi Bali United

Marc Klok Ingin Tuah GBLA Berlanjut Saat Persib Bandung Hadapi Bali United

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 16:04 WIB