- Mantan pemain Barcelona, Munir El Haddadi, dievakuasi darat 16 jam dari Teheran menuju Turki akibat konflik Iran.
- Eskalasi konflik Iran dengan pihak lain melumpuhkan aktivitas di Teheran dan memicu imbauan KBRI Spanyol.
- Kepulangan Munir yang bermain untuk Esteghlal FC batal melalui udara, namun ia tiba selamat di Turki.
Suara.com - Pelarian yang dramatis dan menegangkan, layaknya adegan dalam film dialami oleh mantan pemain Barcelona, Munir El Haddadi.
Di tengah memanasnya situasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, Munir harus menempuh perjalanan darat selama 16 jam untuk bisa keluar dari Teheran dan kembali ke Spanyol dengan selamat.
Eskalasi konflik membuat seluruh aktivitas di ibu kota Iran lumpuh total, termasuk kompetisi sepak bola.
Kementerian Luar Negeri Spanyol pun mengeluarkan imbauan darurat agar seluruh warganya segera meninggalkan negara tersebut.
Namun nasib Munir El Haddadi, yang kini memperkuat klub Iran Esteghlal FC sedikit lebih apes. Rencana kepulangannya melalui jalur udara gagal total.
"Esteghlal harus menyediakan sopir untuk pemain tersebut, yang melakukan perjalanan darat yang melelahkan selama 16 jam menuju perbatasan Turki," tulis media Asharq Al Awsat.
"Sumber-sumber mengonfirmasi bahwa ia tiba di Turki dengan selamat dan sehat."
"Peristiwa ini terjadi di tengah penangguhan Liga Iran dan kepergian para pesepak bola Spanyol dari negara tersebut sesuai dengan rekomendasi Kementerian Luar Negeri Spanyol," imbuhnya.
Setelah beberapa jam memunculkan kekhawatiran publik, Munir El Haddadi akhirnya memberikan konfirmasi langsung mengenai kondisinya melalui akun Instagram pribadinya.
Ia membenarkan bahwa dirinya harus dievakuasi melalui jalur darat setelah penerbangannya dibatalkan.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang atas pesan dan kepedulian kalian terkait situasi saya di Iran," tulis pemain jebolan La Masia itu.
"Rencana saya adalah meninggalkan negara tersebut dengan pesawat, tetapi pada akhirnya, kami dievakuasi dan tidak dapat lepas landas."
"Klub memberikan saya mobil untuk meninggalkan negara tersebut melalui darat, dan berkat itu, saya dapat menyeberangi perbatasan tanpa masalah."
"Saat ini saya aman di Turki dan akan tiba di Spanyol dalam beberapa jam ke depan. Terima kasih kepada semua orang atas kebaikan kalian," tutupnya.