- Komisaris Persib, Umuh Muhtar, menginginkan wasit asing memimpin laga besar BRI Super League 2025/2026 karena keputusan kontroversial wasit lokal.
- Permintaan ini muncul setelah laga Persib vs Persebaya berakhir imbang 2-2 di Surabaya pada 2 Maret 2026.
- Manajemen Persib telah melayangkan surat protes resmi atas kinerja wasit Eko Saputra dalam pertandingan tersebut.
Suara.com - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muhtar, berharap pertandingan besar di BRI Super League 2025/2026 dapat dipimpin oleh wasit asing.
Harapan Umuh Muchtar tersebut disampaikan setelah berkaca dari pertandingan tandang Persib Bandung menghadapi Persebaya Surabaya.
Pada pertandingan pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 tersebut, skor berakhir imbang 2-2. Dua gol Persib dicetak oleh Luciano Guaycochea menit 51 dan Andrew Jung menit 73.
Sedangkan gol Persebaya ke gawang Persib dicetak Bruno Moreira melalui tendangan penalti saat memasuki menit 44 dan Francisco Rivera di menit 83.
Bukan skor akhir yang menjadi sorotan Umuh Muchtar dalam laga di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin (2/3/2026), melainkan kepemimpinan wasit Eko Saputra.
Menurut Umuh Muchtar, pada pertandingan yang berlangsung ketat tersebut wasit mengeluarkan beberapa keputusan kontroversial.
Salah satu keputusan wasit yang menjadi sorotan pria yang menjabat sebagai manajer Persib ini yakni terkait penalti yang diberikan kepada Persebaya.
Sebelum menunjuk titik putih, wasit melalukan pengecekan Video Assistant Referee (VAR), kemudian diputuskan penalti karena Federico Barba dianggap melakukan pelanggaran.
Umuh Muchtar menilai benturan Federico Barba dengan pemain Persebaya hanya duel biasa dan tidak seharusnya dianggap pelanggaran.
Tak hanya itu, gol Persib melalui tendangan Kakang Rudianto juga dianulir wasit, karena dianggap Ramon Tanque sebelumnya melakukan hand ball.
Manajemen Persib sendiri menurut Umuh Muchtar sudah melayangkan surat protes terkait kinerja Eko Saputra dan berharap kedepannya laga besar atau krusial dapat dipimpin wasit asing.
Kinerja wasit asing menurut pria yang akrab disapa Pak Haji ini sangat bagus, hal itu bisa dilihat dari beberapa pertandingan BRI Super League 2025/2026.
"Ya kita sudah buat surat keberatan, dengan wasit seperti ini dengan laga krusial, minta wasit asing," kata Umuh Muchtar.
"Kita kan punya wasit asing seperti Jepang. Kenapa tidak menggunakan wasit asing? Ketika wasit asing yang memimpin laga tentu bisa netral (keputusannya)," jelasnya.
Lebih lanjut pria yang juga menjabat Manajer Persib ini mengatakan, kinerja wasit yang banyak mengeluarkan keputusan kontroversial bisa merusak sepak bola Indonesia.
Sehingga, operator kompetisi dan PSSI harus serius membenahi masalah pengadil di lapangan dan untuk laga besar atau krusial diharapkan dipimpin oleh wasit asing.
Apalagi, memasuki putaran kedua BRI Super League 2025/2026 peta persaingan di klasemen semakin ketat.
"Satu satunya jalan, menunjuk wasit asing. Wasit asing mau apapun juga netral. Walau ada intervensi mereka tak bisa dipengaruhi," ungkapnya.
"Apalagi wasit luar kan membawa nama negaranya. Apalagi sekarang sudah banyak yang nonton liga Indonesia, sampai orang luar, kalau ternyata wasit asing kepemimpinannya tidak bagus kan dia juga yang kena," jelasnya.
Sementara itu, Persib saat ini sudah fokus mempersiapkan diri untuk melakoni pertandingan selanjutnya di BRI Super League 2025/2026.
Skuad Maung Bandung pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 akan menjamu Persik Kediri di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Senin (9/3/2026).
Kontributor : Rahman