Trump Tidak Ambil Pusing Timnas Iran Main di Piala Dunia 2026: Energinya Sudah Habis

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 05 Maret 2026 | 08:54 WIB
Trump Tidak Ambil Pusing Timnas Iran Main di Piala Dunia 2026: Energinya Sudah Habis
Timnas Iran (Istimewa)
baca 10 detik
  • Donald Trump menyatakan tidak peduli dengan kehadiran tim nasional Iran di Piala Dunia 2026.

  • Iran terancam batal ikut serta akibat ketegangan militer dan masalah izin visa Amerika Serikat.

  • Keamanan menjadi alasan utama pemerintah AS memperketat akses bagi pejabat Iran selama turnamen berlangsung.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan ketidakpeduliannya terhadap partisipasi Timnas Iran pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang.

Pernyataan ini muncul di tengah persiapan intensif tiga negara tuan rumah yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada untuk menyambut pesta bola tersebut.

Gelaran akbar sepak bola tingkat global ini dijadwalkan akan memanjakan mata para penggemar mulai tanggal 11 Juni hingga 19 Juli.

Meski tensi politik antar kedua negara sedang berada di titik tinggi, Trump tampak sangat santai menanggapi kehadiran perwakilan dari Teheran.

"Saya benar-benar tidak peduli," kata Trump kepada Politico.

Sikap dingin ini didasari oleh pandangan pribadinya terhadap kekuatan negara lawan yang dianggapnya sedang mengalami masa sulit secara internal maupun eksternal.

"Saya pikir Iran adalah negara yang kalah telak, mereka sudah kehabisan tenaga."

Secara administratif Iran memang telah mengamankan tiket resmi untuk bertanding di putaran final kompetisi bergengsi empat tahunan ini.

Namun sebuah sinyal mengkhawatirkan muncul saat FIFA menggelar rapat koordinasi teknis bagi para peserta di Atlanta pada pekan ini.

baca juga

Dalam pertemuan penting tersebut delegasi dari Iran tercatat sebagai satu-satunya perwakilan negara peserta yang tidak menampakkan diri.

Absensi ini langsung memicu spekulasi besar mengenai komitmen Teheran untuk memberangkatkan skuad mereka ke wilayah Amerika Utara musim panas nanti.

Situasi semakin rumit mengingat eskalasi konflik regional yang kian memanas dan berpotensi menghambat mobilitas para atlet serta ofisial.

Pemerintah Amerika Serikat juga menghadapi dilema mengenai pemberian izin masuk bagi para pejabat pemerintahan Iran yang ingin mendampingi tim.

Pihak FIFA sendiri memilih untuk menutup mulut dan tidak memberikan komentar resmi terkait dinamika politik yang menyelimuti turnamen ini.

Federasi internasional tersebut secara historis selalu berupaya keras agar urusan lapangan hijau tidak terdistorsi oleh kepentingan politik negara-negara besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Irak Krisis Jelang Playoff Piala Dunia 2026: Pelatih Terjebak di UEA, Pemain Kesulitan Urus Visa

Irak Krisis Jelang Playoff Piala Dunia 2026: Pelatih Terjebak di UEA, Pemain Kesulitan Urus Visa

Bola | Kamis, 05 Maret 2026 | 06:47 WIB

Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump

Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 21:43 WIB

Argentina Bidik Back-to-Back Piala Dunia 2026, Misi Terakhir Lionel Messi?

Argentina Bidik Back-to-Back Piala Dunia 2026, Misi Terakhir Lionel Messi?

Bola | Rabu, 04 Maret 2026 | 22:00 WIB

Terkini

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

×