- Pemerintah Iran menarik tim nasional dari Piala Dunia 2026 karena alasan keamanan di Amerika Serikat.
- Keputusan ini memicu sanksi berat dari FIFA, termasuk denda finansial dan pengembalian dana partisipasi.
- Konsekuensi terberat adalah potensi larangan Iran mengikuti Kualifikasi Piala Dunia 2030 mendatang.
Suara.com - Keputusan pemerintah Iran untuk menarik tim nasional mereka dari perhelatan Piala Dunia 2026 kini berbuntut panjang.
Setelah dipastikan kehilangan panggung terbesar sepak bola dunia, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) kini harus bersiap menghadapi serangkaian sanksi berat dari FIFA.
Keputusan Timnas Iran mundur dari Piala Dunia 2026 diumumkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Iran, Ahmad Donyamali.
Ia menegaskan bahwa Team Melli tidak sudi bermain di Amerika Serikat, negara yang mereka anggap bertanggung jawab atas konflik yang terjadi.
“Dengan mempertimbangkan bahwa pemerintah korup ini (Amerika Serikat) telah membunuh pemimpin kami, dalam kondisi apa pun kami tidak memiliki situasi yang tepat untuk berpartisprebut di Piala Dunia (2026),” kata Ahmad Donyamali, dikutip dari BBC.
“Para pemain kami tidak akan aman (jika bermain di Piala Dunia 2026). Dalam delapan atau sembilan bulan terakhir, dua perang terjadi dan beberapa ribu rakyat kami terbunuh. Karena itu, kami jelas tidak memiliki kemungkinan untuk berpartisipasi (di Piala Dunia 2026),” lanjutnya.
Namun, keputusan ini akan membawa konsekuensi serius dari sisi olahraga. Berdasarkan regulasi FIFA Pasal 6, setiap asosiasi anggota yang mundur dari turnamen lebih dari 30 hari sebelum dimulai akan dijatuhi sanksi berlapis.
Pertama, Iran akan dikenai denda finansial yang tidak sedikit. Mengutip dari Diario AS, denda yang harus dibayarkan adalah sebesar 300.000 dolar AS atau sekitar Rp 5 miliar.
Kedua, FFIRI juga diwajibkan untuk mengembalikan seluruh dana partisipasi yang telah diberikan oleh FIFA kepada mereka selama proses persiapan menuju putaran final.
Baca Juga: Bek Kiri Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 Mungkin Diisi Tim Geypens, Sehebat Apa dia?
Namun, sanksi yang paling berat dan berpotensi merusak masa depan sepak bola Iran adalah larangan berpartisipasi di kompetisi selanjutnya.
Team Melli berpotensi besar tidak akan diizinkan untuk mengikuti Kualifikasi Piala Dunia 2030, sebuah hukuman yang akan berdampak pada satu generasi emas pemain mereka.
Di tengah ancaman sanksi ini, pertanyaan mengenai siapa yang akan menggantikan posisi Iran di Grup G kini menjadi perbincangan utama.
Sejumlah media internasional menyebut bahwa Irak berada di posisi terdepan untuk mengambil alih slot tersebut.