- Asosiasi Sepak Bola Palestina mengecam sanksi FIFA kepada Israel yang hanya berupa denda 150.000 franc Swiss tanpa adanya hukuman olahraga.
- Palestina merasa dikucilkan dari proses investigasi indisipliner dan tidak diberi ruang sama sekali untuk menyajikan bukti pelanggaran.
- PFA bertekad mengajukan banding dan membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga demi menuntut keadilan yang setara bagi negara mereka.
Pengucilan secara sepihak ini jelas memunculkan kekhawatiran serius mengenai prinsip-prinsip keadilan prosedural bagi anggota resmi.
"Pengecualian ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai prinsip-prinsip keadilan prosedural dan kesetaraan dalam pembelaan," tambah PFA.
Menghadapi situasi yang dianggap berat sebelah ini, federasi tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah hukum yang lebih agresif.
Mereka berencana mengajukan banding ke badan peradilan yang lebih tinggi untuk menuntut pemenuhan hak-hak mereka.
"Mempertimbangkan semua hal di atas, Federasi Sepak Bola Palestina akan mengambil semua langkah yang tepat dalam kerangka kerja FIFA, termasuk menggunakan haknya untuk mengajukan banding di hadapan badan peradilan FIFA," jelas PFA.
Jika langkah internal tersebut masih menemui jalan buntu, mereka memastikan siap membawa sengketa ini ke meja pengadilan arbitrase olahraga internasional (CAS) di Swiss.
"Dan, jika perlu, akan menempuh jalur hukum yang relevan, termasuk Pengadilan Arbitrase Olahraga, untuk memastikan perlindungan hak-haknya sebagai federasi anggota, penghormatan terhadap prinsip proporsionalitas, dan penerapan Statuta tanpa syarat," pungkas pernyataan resmi PFA.