- Mario Kempes adalah penyerang legendaris Argentina yang sukses meraih gelar pemain terbaik dan juara Piala Dunia 1978.
- Ia mencatatkan karier gemilang di Eropa bersama Valencia serta pernah memperkuat klub Indonesia Pelita Jaya tahun 1996.
- Kempes dikenal sebagai striker tajam dengan julukan El Matador berkat ketajaman instingnya dalam mencetak gol di lapangan.
Suara.com - Mario Kempes menjadi salah satu penyerang paling mematikan yang pernah dimiliki Argentina. Ketajamannya di depan gawang membuat namanya dikenang sebagai ikon besar Albiceleste sepanjang sejarah sepak bola dunia.
Kempes dikenal memiliki naluri gol luar biasa, tendangan keras, dan kemampuan bergerak tanpa bola yang sulit dihentikan lawan. Pada era 1970-an hingga 1980-an, ia menjadi sosok yang ditakuti banyak tim.
Lahir di Bell Ville, Argentina, pada 15 Juli 1954, Kempes mulai mencuri perhatian sejak usia muda lewat kemampuan mencetak gol yang konsisten.
Karier profesionalnya berkembang pesat saat bermain di Rosario Central sebelum akhirnya hijrah ke Spanyol dan membela Valencia.
Bersama Valencia, nama Kempes semakin melambung. Ia sukses menjadi salah satu striker terbaik La Liga dan dua kali meraih gelar top skor kompetisi kasta tertinggi Spanyol.
Kehebatan Kempes membuatnya dijuluki El Matador oleh pecinta sepak bola Argentina. Julukan itu muncul karena insting membunuhnya di depan gawang lawan.
Tak hanya sukses di level klub, Kempes juga menjadi simbol kejayaan Argentina di pentas internasional.
Menariknya, legenda Argentina ini juga pernah merasakan atmosfer sepak bola Indonesia. Pada 1996, Mario Kempes sempat merumput bersama Pelita Jaya dan menjadi sorotan besar publik sepak bola Tanah Air.
Kehadirannya kala itu menjadi momen bersejarah karena Indonesia kedatangan salah satu legenda Piala Dunia.
Pahlawan Argentina di Piala Dunia 1978
Nama Mario Kempes benar-benar melejit saat membela Argentina di Piala Dunia 1978.
Dalam turnamen yang digelar di Argentina tersebut, Kempes tampil luar biasa dan menjadi aktor utama keberhasilan Albiceleste meraih gelar juara dunia pertama mereka.
Kempes keluar sebagai top skor turnamen dengan koleksi enam gol. Ia juga mencetak dua gol penting pada laga final melawan Belanda.
Penampilannya di final dianggap sebagai salah satu performa terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Kecepatan, kekuatan fisik, dan penyelesaian akhirnya membuat lini belakang lawan kesulitan menghentikannya sepanjang turnamen.