- Absennya Ezra Walian yang merupakan spesialis bola mati memunculkan pertanyaan baru mengenai siapa eksekutor Timnas Indonesia di era John Herdman.
- Nathan Tjoe-A-On menjadi kandidat terkuat pengganti berkat pengalamannya, diikuti oleh Calvin Verdonk yang juga memiliki kualitas tendangan akurat.
- Selain eksekutor, skema bola mati juga akan mengandalkan kekuatan duel udara dari bek-bek jangkung seperti Elkan Baggott dan Jay Idzes sebagai target umpan.
Suara.com - Timnas Indonesia bersiap melakoni laga debut era kepelatihan John Herdman pada ajang FIFA Series 2026.
Laga perdana melawan Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi panggung awal bagi racikan taktik sang pelatih anyar.
Skuad Garuda datang dengan 23 pemain terbaik, namun absennya sejumlah nama kunci memunculkan pertanyaan baru mengenai eksekutor bola mati.
Sorotan utama tertuju padapenyerang Persik Kediri, Ezra Walian. Pemain yang dikenal sebagai spesialis tendangan bebas itu cuma masuk daftar pemain sementara Garuda, sebelum dicoret John Herdman.
Keputusan John Herdman untuk tidak menyertakan Ezra sempat memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola nasional.
Pasalnya, kontribusi mantan didikan Ajax Amsterdam tersebut di level klub terbilang sangat impresif dengan catatan enam gol dan delapan assist.

Meskipun demikian, Herdman diyakini telah menyiapkan alternatif eksekutor yang tidak kalah mumpuni untuk menghadapi situasi bola mati.
Nama Nathan Tjoe-A-On kini mencuat sebagai kandidat terkuat untuk mengambil alih tugas tersebut berkat pengalaman dan kualitasnya.
Nathan sebelumnya pernah mendapatkan kepercayaan sebagai eksekutor bola mati pada beberapa pertandingan Timnas Indonesia.
Selain Nathan, nama Calvin Verdonk juga masuk dalam bursa kandidat karena memiliki kemampuan tendangan yang dinilai sangat akurat dan berbahaya.
Peran eksekutor bola mati menjadi sangat krusial dalam laga kali ini mengingat absennya jenderal lapangan tengah, Thom Haye.
Biasanya, Thom Haye menjadi opsi utama tim dalam mengeksekusi tendangan bebas atau tendangan sudut.
Kini, tanggung jawab besar tersebut harus dialihkan kepada pemain lain yang memiliki kualitas serupa untuk memecah kebuntuan.
Detail kecil seperti ini bisa menjadi faktor penentu hasil akhir pertandingan yang diprediksi berjalan cukup ketat.
Selain eksekutor, skema permainan saat situasi bola mati juga menjadi elemen penting yang harus diperhatikan.