- Timnas Jepang terancam kehilangan Wataru Endo dan Takumi Minamino akibat cedera serius menjelang Piala Dunia 11 Juni 2026.
- Wataru Endo mengalami cedera ligamen pergelangan kaki, sedangkan Takumi Minamino masih dalam masa pemulihan pasca operasi ligamen ACL.
- Absennya kedua pemain kunci tersebut menjadi tantangan besar bagi pelatih Hajime Moriyasu dalam menjaga keseimbangan performa tim Jepang.
Suara.com - Ambisi Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 menghadapi tantangan besar akibat cedera yang menimpa dua pemain kunci mereka.
Skuad berjuluk Samurai Biru itu berpotensi kehilangan Wataru Endo dan Takumi Minamino, yang sama-sama bermain di liga top Eropa. Menjelang turnamen pada 11 Juni 2026, keduanya masih berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi.
Endo Berjuang Pulih, Minamino Kembali Berlatih
![Gelandang Timnas Jepang, Wataru Endo tampil di Piala Asia 2023. [HECTOR RETAMAL / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/01/21/25809-wataru-endo-timnas-jepang.jpg)
Kapten Jepang, Wataru Endo, mengalami cedera robek ligamen pergelangan kaki pada Februari lalu saat membela Liverpool di Liga Inggris.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengonfirmasi bahwa Endo sudah mulai berlatih ringan di lapangan. Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, berharap sang kapten bisa segera kembali karena perannya vital di lini tengah.
Jika Endo belum pulih sepenuhnya, posisi tersebut berpotensi diisi Ao Tanaka (Leeds United) atau Kodai Sano (NEC Nijmegen).
Sementara itu, Takumi Minamino mengalami cedera robek ligamen krusiat anterior (ACL) saat membela AS Monaco pada Desember lalu di ajang Piala Prancis.
Meski cedera ACL umumnya memerlukan pemulihan panjang, Minamino telah kembali berlatih sejak Maret. Kesempatannya tampil di Piala Dunia 2026 masih terbuka jika ia mendapat menit bermain di sisa musim bersama Monaco.
Tantangan Besar untuk Samurai Biru

Absennya dua pemain berpengalaman ini menjadi pukulan bagi Jepang yang saat ini berstatus peringkat ke-15 dunia.
Jepang bukan lagi sekadar peserta, melainkan salah satu kuda hitam setelah menumbangkan Jerman dan Spanyol pada Piala Dunia 2022. Identitas permainan cepat dan pressing agresif menjadi kekuatan utama mereka.
Kehadiran pemain seperti Takefusa Kubo dan Kaoru Mitoma tetap membuat lini serang Jepang kompetitif. Namun, kehilangan Endo dan Minamino bisa mengurangi keseimbangan tim, terutama saat menghadapi lawan dengan permainan fisik kuat.
Kini, Hajime Moriyasu dituntut menyiapkan alternatif taktik agar Jepang tetap mampu bersaing dan mewujudkan target melaju jauh di Piala Dunia 2026.