- Pertandingan Pegadaian Championship 2025/2026 berakhir imbang 1-1 antara tim tuan rumah dan PSS Sleman pada Minggu (29/3/2026).
- Pelatih Stefan Keeltjes mengapresiasi upaya maksimal pemain, meski hasil imbang menghambat posisi klasemen tim.
- Stefan menyoroti kurangnya penyelesaian akhir maksimal sebagai kendala utama dalam memanfaatkan banyak peluang gol yang tercipta.
Suara.com - Pelatih Stefan Keeltjes tetap mengapresiasi kerja keras pemain saat bermain imbang 1-1 kontra PSS Sleman.
Dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (29/3/2026) malam, tim tamu sempat unggul lewat Riko Simanjuntak.
Namun Laskar Badai Pantura sukses menyamakan skor lewat sundulan kapten Dimas Sukarno Putra usai memaksimalkan free kick Yudha Alkanza.
"Kita ini tim baru dan banyak pemain regulasi dari Liga 3. Tapi saya tetap apresiasi kerja keras para pemain yang sudah berusaha maksimal di pertandingan ini," kata Stefan Keeljtes melansir laman resmi klub.
Meski demikian, pelatih asal Surabaya itu tak menampik hasil imbang menghambat upaya tim untuk memperkecil jarak poin dengan para pesaing di papan klasemen.
Stefan juga menyebut bahwa pertandingan itu seharusnya bisa dimenangkan mengingat banyaknya peluang yang tercipta.
Sayang, penyelesaian akhir yang kurang maksimal menjadi kendala utama.
"Kami sebenarnya punya banyak peluang untuk mencetak gol, dari Cruz, Dias, hingga Yudal Kansa. Tapi sayangnya tidak bisa dimaksimalkan," ujar Stefan.
Stefan juga menambahkan bahwa tren positif tim sebelumnya, yakni enam pertandingan tanpa kekalahan, sempat terhenti akibat jeda kompetisi yang cukup panjang. Hal ini membuat tim harus kembali beradaptasi dari awal.
"Ini jadi pelajaran penting buat kami. Mungkin ada sedikit rasa puas dari pemain, dan ini harus segera diperbaiki," tegasnya.