- Pelatih Hector Souto menargetkan Timnas Futsal Indonesia menembus semifinal pada ajang Piala AFF Futsal 2026 di Thailand.
- Sebanyak 19 pemain dipanggil untuk pemusatan latihan dengan komposisi mayoritas pemain baru guna mendapatkan pengalaman kompetisi nyata.
- Indonesia berada di Grup A dan akan memulai laga perdana melawan Brunei Darussalam pada 6 April 2026 mendatang.
Suara.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, membidik capaian semifinal pada Piala AFF Futsal 2026 yang berlangsung di Thailand pada 5–13 April 2026.
Meski memasang target tinggi, Souto menekankan bahwa kualitas permainan tim tetap menjadi tolok ukur utama.
"Dan mengenai target untuk mencapai setidaknya semifinal, dan bukan berarti setidaknya, saya pikir. Saya ingin kita mencapai semifinal, tetapi bahkan jika kita tidak mencapai semifinal, jika kita bermain bagus, saya akan puas," kata Souto dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
"Karena hasilnya, kita tidak pernah tahu. Mungkin Anda berpikir Anda bisa menang, dan terkadang permainan menjadi kacau dan Anda tidak bisa menang," katanya menambahkan.
Dalam persiapan menuju turnamen, Souto memanggil 19 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan. Menariknya, hanya dua nama yang tersisa dari skuad yang sebelumnya menorehkan prestasi sebagai finalis Piala Asia Futsal 2026, yakni Dewa Rizki dan Yogi Saputra.
"Tetapi target saya adalah memberi mereka kesempatan untuk membuktikan diri dalam kompetisi nyata, bukan hanya dalam pertandingan persahabatan atau turnamen persahabatan."
Pada fase grup, Indonesia tergabung di Grup A bersama Australia, Malaysia, Kamboja, dan Brunei Darussalam.
Tim Garuda dijadwalkan memulai laga pada Senin (6/4/2026) melawan Brunei Darussalam, dilanjutkan menghadapi Malaysia pada Selasa (7/4/2026), dan menutup fase grup kontra Australia pada Rabu (8/4/2026).
Souto mengakui waktu persiapan yang terbatas membuat pendekatan latihan dilakukan secara sederhana dan efisien.
"Ini adalah latihan yang kurang intensif. Kami hanya memperkenalkan beberapa sistem untuk mereka. Kami tidak bisa mengharapkan banyak tentang memperkenalkan sesuatu untuk tim atau banyak hal, karena kami tidak memiliki waktu untuk melakukannya," kata Souto.
"Jadi, kami harus berhati-hati untuk tidak membuat mereka berpikir terlalu banyak. Saya pikir kami melakukannya dengan baik. Semalam mereka melakukan latihan yang bagus dan kami hanya punya empat hari lagi," tambah dia.
Indonesia datang sebagai juara bertahan setelah menjuarai edisi 2024 dengan mengalahkan Vietnam 2-0 di partai final. Gelar tersebut menjadi trofi kedua bagi Indonesia setelah sebelumnya juga menjadi kampiun pada edisi 2010.
(Antara)