- Performa apik Jay Idzes saat memimpin Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 mendapat sorotan dan pujian dari media Italia, Tutto Sassuolo.
- Sang kapten tampil solid selama 90 menit penuh mengawal lini pertahanan dalam skema tiga bek sejajar saat melawan Bulgaria, meski Skuad Garuda kalah 0-1.
- Penampilan konsisten Idzes bersama timnas dan klub Sassuolo semakin melambungkan namanya di bursa transfer dan menarik minat klub-klub raksasa Serie A.
Suara.com - Penampilan konsisten kapten Timnas Indonesia yakni Jay Idzes sepanjang bergulirnya pergelaran FIFA Series 2026 rupanya sukses memancing perhatian dari dunia internasional.
Performa impresif sang palang pintu di atas lapangan hijau turut menuai sorotan tajam dari sejumlah jurnalis olahraga di daratan Eropa.
Media Italia secara khusus bahkan memberikan apresiasi tinggi dan mengangkat topi atas kontribusi masif yang ditunjukkan oleh Sang Kapten Garuda.
Salah satu portal berita lokal yang gencar memberitakan sepak terjangnya adalah media Tutto Sassuolo.
Situs olahraga tersebut membedah secara rinci peran vital yang dimainkan oleh Idzes saat timnya meladeni perlawanan sengit dari wakil Eropa, Bulgaria.
"Jay Idzes bermain beberapa menit dalam pertandingan Timnas Indonesia-Bulgaria 0-1 pada hari Senin," tulis media Italia, Tutto Sassuolo dikutip oleh Suara.com.
Pemberitaan masif ini menjadi bukti nyata betapa besarnya daya tarik pemain keturunan Indonesia yang kini merintis karier di benua biru tersebut.
Di bawah asuhan pelatih baru John Herdman, ban kapten tetap melingkar kokoh di lengan pemain bertahan kelahiran Belanda ini.
Tugas utamanya sangat krusial, yakni menjaga keseimbangan transisi pertahanan serta menjadi dirigen utama yang mengatur ritme permainan dari garis belakang.
Saat menghadapi gempuran Bulgaria, Idzes dipercaya untuk tampil secara penuh selama 90 menit waktu normal.
Ia diplot untuk menempati posisi sentral dalam skema tiga bek sejajar yang menuntut tingkat konsentrasi maksimal dan kemampuan membaca arah bola.
Meskipun harus menelan kekalahan tipis 0-1, performa individu sang kapten secara keseluruhan dinilai masih sangat solid.
Ia terbukti mampu mengoordinasikan lini belakang agar tetap tampil sangat disiplin saat menghadapi gelombang tekanan dari para penyerang lawan.
Deretan tekel bersih, intersepsi penting, hingga dominasi dalam memenangkan duel perebutan bola berhasil ia pertontonkan dengan tenang.
Ketangguhan dan kedewasaan bermain ini jelas tidak bisa dipisahkan dari tempaan keras yang ia rasakan selama merumput di liga elit Eropa.