- Timnas Kamboja menambah sembilan pemain naturalisasi dari berbagai negara untuk memperkuat seluruh lini skuad mereka di Piala AFF 2026.
- Kehadiran pemain naturalisasi termasuk penyerang Bhayangkara FC, Privat Mbarga, bertujuan meningkatkan kualitas permainan tim saat bersaing di Grup A.
- Langkah strategis tersebut membuat Kamboja menjadi ancaman serius bagi Timnas Indonesia serta pesaing lainnya di ajang Piala AFF 2026.
Suara.com - Timnas Indonesia harus bersiap menghadapi tantangan yang jauh lebih berat di fase grup Piala AFF 2026.
Salah satu rival di Grup A, Kamboja menunjukkan ambisi serius untuk tidak lagi menjadi tim penggembira.
Tak tanggung-tanggung, mereka memanggil sembilan pemain naturalisasi baru untuk memperkuat skuad.
Kekuatan baru Kamboja ini datang dari berbagai penjuru dunia, membawa pengalaman dari kompetisi di Afrika, Jepang, hingga Eropa.
Kehadiran mereka dipastikan akan menambah kualitas dan kedalaman di semua lini permainan Angkor Warriors.
Secara rinci, lini belakang mereka kini dilapisi oleh kuartet Mohammed Faeez (Visakha FC), Hikaru Mizuno (Tiffy Army), Takaki Ose (BG Pathum), dan Anderson Zogbe (Nagaworld) yang siap menambah soliditas pertahanan.
Di sektor lapangan tengah, kreativitas akan bertumpu pada duo Yudai Ogawa (Svay Rieng) dan Alisher Mirzaev (Kompong Dewa) yang dikenal memiliki visi bermain dan kemampuan mengatur tempo permainan.
Sementara untuk urusan mencetak gol, Kamboja akan mengandalkan trisula maut Rafael Rondon (Phnom Penh), Abdel Coulibaly (Angkor Tiger), dan Privat Mbarga.
Dari sembilan nama tersebut, ada satu sosok yang akan sangat familiar bagi publik sepak bola Indonesia yaitu Privat Mbarga.
Penyerang yang kini berseragam Bhayangkara FC ini menjadi salah satu andalan baru di lini depan Kamboja.
Pengalamannya merumput di Super League tentu akan menjadi keuntungan tersendiri, memberinya pemahaman mendalam tentang karakter permainan sepak bola Indonesia.
Dengan amunisi baru yang sangat signifikan ini, Kamboja secara terang-terangan mengirimkan sinyal bahaya kepada para pesaingnya di Grup A, termasuk Timnas Indonesia, Vietnam, dan Singapura.
Langkah masif ini menegaskan bahwa Kamboja tidak bisa lagi dipandang sebelah mata dan siap menjadi kuda hitam yang merepotkan di Piala AFF 2026.