- Persebaya Surabaya akan menantang Persija Jakarta pada pekan ke-27 BRI Super League di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4/2026).
- Pelatih Bernardo Tavares menyatakan Persija berada di bawah tekanan besar karena wajib menang demi menjaga peluang meraih gelar juara liga.
- Persebaya menargetkan kemenangan untuk memutus rekor buruk tidak pernah menang saat bertandang ke markas Persija sejak Desember tahun 2019 lalu.
Suara.com - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menyebut tekanan ada di Persija Jakarta.
Kedua tim bakal bentrok pada lanjutan pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (11/4/2026) pukul 19.00 WIB.
Bernardo mengatakan hal ini karena Persija sangat membutuhkan kemenangan untuk tetap dalam persaingan juara, terlebih tiga poin juga akan sangat berarti untuk Macan Kemayoran yang mengakhiri tiga laga terakhirnya tanpa kemenangan.
"Saya pikir besok akan jadi pertandingan yang bagus. Tekanan ada di Persija karena mereka tiga kali tanpa kemenangan. Mereka juga berada di atas klasemen dibanding kami," kata Bernardo pada sesi jumpa pers pra-pertandingan di SUGBK, Jumat (10/4/2026).
"Tapi kami tidak pernah merencanakan untuk seri atau kalah. Kami selalu mencoba menang. Kami tahu ini akan sulit, tapi mungkin kami bisa memberi kejutan," kata dia.
Selain membawa pulang poin, motivasi terbesar Persebaya di laga ini adalah meraih kemenangan, yang sudah sangat lama tak didapatkan Bajul Ijo setiap kali bertandang ke kandang Persija di SUGBK.
Adapun, sejarah mencatat terakhir kali Persebaya menang di SUGBK melawan Persija adalah pada Desember 2019 dengan skor 2-1.
Pada pertemuan terakhir musim lalu di SUGBK, Persebaya hanya sanggup membawa pulang satu poin dalam skor 1-1. Ketika itu, saat masih dilatih Paul Munster, gol Flavio Silva membuat laga berakhir imbang setelah tuan rumah memimpin lebih dulu lewat Rayhan Hannan.
"Tentu kami melihat hasil masa lalu, tapi sejarah tidak mengubah apa yang bisa kami lakukan besok. Ini akan jadi pertandingan yang berbeda," ucap Bernardo.
"Yang penting adalah fokus kami harus tinggi, karena di laga tandang terakhir kami kebobolan lima gol (1-5 vs Borneo). Mental pemain harus kuat dari awal sampai akhir. Hanya dengan itu kami bisa mendapatkan hasil bagus," kata dia.
[ANTARA]