-
Julian Alvarez menegaskan ambisi besar Timnas Argentina untuk mempertahankan gelar juara di Piala Dunia 2026.
-
Persaingan internal antara Alvarez dan Lautaro Martinez dinilai menjadi kunci peningkatan performa lini depan.
-
Turnamen ini menjadi momen emosional karena berpotensi menjadi penampilan terakhir Lionel Messi bersama Albiceleste.
Suara.com - Julian Alvarez menegaskan komitmennya untuk membawa Timnas Argentina mempertahankan mahkota juara pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang.
Penyerang Atletico Madrid tersebut kini mengemban tanggung jawab lebih besar setelah bertransformasi menjadi pilar utama di lini depan Albiceleste.
Perubahan status ini menjadi pembuktian kematangan sang striker setelah sukses memenangkan hampir seluruh kompetisi bergengsi di level klub maupun internasional.

Pada turnamen sebelumnya di Qatar, Alvarez memulai kompetisi sebagai pilihan kedua di bawah bayang-bayang penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez.
Namun, ketajaman dan determinasi tinggi di lapangan berhasil mengubah keputusan taktis pelatih Lionel Scaloni selama kompetisi berjalan.
Kini keduanya kembali bersiap mengisi slot lini depan Argentina dengan membawa modal performa impresif dari klub Eropa masing-masing.
Mengenai rivalitas memperebutkan posisi penyerang utama tersebut, Alvarez memandangnya sebagai sebuah keuntungan besar bagi kedalaman tim.
![Penyerang Manchester City, Julian Alvarez (kanan) merayakan gol ke gawang Sheffield United pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (30/12) malam WIB. [OLI SCARFF / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/12/31/94824-julian-alvarez-manchester-city.jpg)
"Kami adalah pesaing, tetapi kami juga bisa bermain bersama, yang merupakan kesenangan bagi saya. Kapan pun kami turun ke lapangan bersama, kami melakukannya dengan baik dan ketika hanya salah satu dari kami yang mendapat panggilan, yang terpenting adalah kami semua menginginkan yang terbaik untuk tim. Kompetisi internal itu juga membantu kami berdua berkembang dan berkembang setiap hari. Selalu seperti itu. Kapan pun Anda memiliki kompetisi yang kuat dan sehat, semua orang menjadi lebih baik, yang merupakan aspek kuncinya," kata dia diwawancara FIFA.
Skuad Argentina dipastikan akan mendarat di turnamen musim panas ini dengan status sebagai tim yang paling diburu oleh kontestan lain.
Albiceleste sendiri tergabung dalam Grup J dan dijadwalkan akan bersaing melawan Aljazair, Austria, serta Yordania di fase grup.
Target tinggi langsung dipatok oleh sang penyerang demi menjaga kegembiraan masyarakat pasca-kemenangan emosional mereka di Qatar.
Sebagai orang Argentina, kegembiraan itu selalu ada dan kami selalu ingin dinobatkan sebagai juara. Tidak ada alasan untuk kali ini menjadi berbeda. Kami ingin mencapai final. Kami tahu itu tidak akan mudah; ini akan menguras banyak tenaga kami dan bisa bergantung pada margin yang tipis, tetapi kami akan bersiap sebaik mungkin dan melangkah selangkah demi selangkah. Menuju Piala Dunia ini sebagai juara dunia sungguh luar biasa. Saya merasa sangat bangga. Tentu saja, kami ingin mempertahankan trofi dan membuat masyarakat kami melompat kegirangan sekali lagi."
Mengingat kembali memori manis dua tahun lalu, Alvarez menyebut laga fase grup melawan Meksiko sebagai momen paling krusial.
Kemenangan pada pertandingan tersebut dinilai berhasil membangkitkan kembali mentalitas bertanding tim yang sempat runtuh di laga pembuka.
"Saya akan memilih pertandingan melawan Meksiko. Saya pikir itu sangat penting karena semua yang terjadi setelahnya dan mengingat apa yang telah terjadi sebelumnya. Itu adalah titik balik nyata bagi kami. Sejak saat itu, semuanya berjalan sesuai tempatnya dan kami tahu bahwa nasib kami ada di tangan kami sendiri."