- Sebanyak 400 pesepakbola putri usia 8-14 tahun mengikuti coaching clinic di Stadion Persib, Bandung, pada 11-12 April 2026.
- Kegiatan ini dipimpin instruktur Akademi Sepak Bola Prancis sebagai wujud kemitraan strategis olahraga antara Indonesia dan Prancis.
- Program kolaborasi PSSI, FFF, dan Kedutaan Prancis ini mencakup pelatihan, workshop manajemen, serta pengiriman delegasi ke Prancis.
Suara.com - Sebanyak 400 pemain sepakbola putri dari usai 8 hingga 14 tahun, mengikuti Women Empowerment In Football Collaboration Coaching Clinic di Stadion Persib, Kota Bandung, 11-12 April 2026.
Kegiatan ini dipimpin oleh instruktur berpengalaman dari Akademi Sepak Bola Prancis, termasuk Jean-Claude Lafargue dan Ludovic Debru.
Selain itu, hadir juga oleh pemain Timnas putri Zahra Muzdalifah, Syafia Chorlienka, Laita Roati dan bintang Persib Bandung sekaligus eks Paris Saint-Germain, Layvin Kurzawa.
Acara ini, merupakan salah satu progam kerja sama Indonesia dan Prancis dalam memperkuat kemitraan strategis di bidang olahraga melalui program Next Goal.
Sebuah inisiatif bersejarah yang didedikasikan untuk pengembangan sepakbola perempuan di Indonesia.
Kerja sama dan inisiatif ini didanai bersama oleh Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Fédération Française de Football (FFF), dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama terhadap pemberdayaan pemuda, kesetaraan gender, dan diplomasi olahraga jangka panjang.
"Jadi ini adalah event kolaborasi antara PSSI, Federasi Sepak Bola Prancis, dan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia," kata Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani, Sabtu (11/4/2026).
"Kami bersyukur dan bangga karena kami menjadi inisiasi program dari kerja sama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Prancis dalam hal ini melalui sepak bola," ucapnya menambahkan.
Vivin menuturkan, ada tiga kegiatan yang dilakukan bersama-sama khususnya untuk pengembangan sepak bola wanita di Indonesia.
"Pertama coaching clinic untuk 60 pelatih wanita dan 400 pemain sepak bola usia dini dari umur 8 tahun sampai umur 14 tahun," ujarnya.
Masing-masing pelatih mendapatkan materi dari pelatih Timnas Prancis langsung, dalam hal ini Paul-Ludovic dan Jean-Claude yang menjadi pelatih Kylian Mbappé waktu Kylian masih di akademi.
"Dan ini memberikan kesempatan yang luar biasa besar untuk seluruh pelatih yang bergabung dan pemain yang juga bergabung," ungkapnya.
Selanjutnya, agenda kedua yakni workshop bersama di Jakarta pada 14 April mendatang terkait manajemen olahraga, dalam hal ini untuk event sepak bola terutama sepakbola putri.
"Yang ketiga, event bersama yaitu kita menerbangkan 30 delegasi Timnas Junior Indonesia yang akan berlatih bersama di Prancis di Clairefontaine. Itu adalah markas besar Timnas Prancis," ucapnya.