- Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar memfokuskan pembinaan talenta lokal sebagai strategi utama pembangunan masa depan Timnas Futsal.
- FFI menjalankan program pencarian bakat di 38 provinsi Indonesia untuk menjaring pemain potensial dari kelompok usia muda hingga senior.
- Pendekatan tanpa naturalisasi ini terbukti efektif menghasilkan berbagai prestasi bergengsi seperti juara AFF 2024 dan emas SEA Games 2025.
Suara.com - Timnas Futsal Indonesia mengambil arah berbeda dalam membangun masa depan tim.
Alih-alih menempuh jalur naturalisasi, mereka memilih fokus pada pembinaan talenta lokal.
Langkah ini dipimpin langsung oleh Michael Victor Sianipar sebagai Ketua Umum FFI.
Ia menegaskan pentingnya pengembangan pemain dari akar rumput.
Strategi ini dilakukan dengan cara aktif mencari bakat ke seluruh Indonesia.
FFI bahkan melakukan program pencarian pemain hingga ke 38 provinsi.
Pendekatan jemput bola ini jadi fondasi utama regenerasi tim.
Fokus tidak hanya pada pemain senior, tetapi juga usia muda seperti U-17.
“Kami memperluas pencarian bakat, termasuk untuk kelompok usia muda,” ujarnya kepada awak media Kamis 16 April 2026.
Program ini sejalan dengan visi pelatih Hector Souto.
Ia dikenal sangat menekankan pentingnya pembinaan sejak dini.
Menurutnya, talenta lokal adalah kunci keberlanjutan prestasi jangka panjang.
Keputusan ini terbukti membawa hasil yang cukup positif.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia jadi kekuatan futsal yang diperhitungkan.
Prestasi seperti juara AFF 2024 dan emas SEA Games 2025 jadi bukti nyata.