- Laga pekan ke-29 Super League antara PSIM vs Persija dipindah mendadak ke Stadion Kapten I Wayan Dipta karena gagal mendapat izin di Bantul.
- Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengakui persiapan timnya terbatas akibat perjalanan jauh yang tak terduga, namun mental pemain tetap termotivasi penuh.
- Persija Jakarta membidik kemenangan untuk menempel Persib dan Borneo FC, dengan mengandalkan taktik kolektif untuk meredam bintang PSIM seperti Ze Valente.
Meski mewaspadai kualitas individu lawan, Mauricio Souza menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih fokus pada skema kolektivitas pertahanan dan penyerangan tim.
"Sepak bola memang melibatkan individu, tetapi kami selalu menekankan aspek kolektif. Di dalam tim PSIM ada beberapa pemain bagus, namun saya tidak bisa menyoroti hanya satu atau dua pemain saja," pungkasnya.
Sengitnya Papan Atas Super League
Persaingan menuju tangga juara Super League 2025/2026 kini telah memasuki fase-fase paling menentukan di sisa kompetisi.
Tim Macan Kemayoran tidak diizinkan tergelincir dan membuang satu poin pun jika ingin terus mengancam posisi Persib Bandung dan Borneo FC.
Di sisi lain, PSIM Yogyakarta yang harus melakoni laga usiran jauh dari rumahnya tetap berpotensi menjadi batu sandungan berbahaya jika dibiarkan mendikte jalannya permainan.