- Laga babak pertama antara PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta berakhir dengan skor imbang 1-1.
- PSIM sempat mengejutkan lewat gol cepat Pulga Vidal di menit ke-4, namun Persija bangkit membalas melalui penalti Allano di menit ke-19.
- Persija tampil sangat mendominasi setelah menyamakan kedudukan dan nyaris membalikkan keadaan andai tendangan Rayhan Hannan tidak membentur tiang gawang.
Suara.com - Drama saling balas gol langsung mewarnai jalannya paruh pertama pada laga sengit antara Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta di kompetisi Super League 2026.
Skuad Macan Kemayoran membuktikan mentalitas baja mereka usai tertinggal lebih dulu lewat gol kilat Pulga Vidal sebelum akhirnya disamakan oleh eksekusi penalti Allano.
Pertandingan bergengsi yang terpaksa dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Rabu (22/4/2026) sore ini memaksa kedua kesebelasan langsung bermain terbuka.
Kejutan Laskar Mataram di Menit Awal
Berstatus sebagai tim tuan rumah 'usiran', PSIM Yogyakarta mengambil inisiatif berani untuk langsung mendikte penguasaan bola sejak peluit kick-off dibunyikan.
Taktik agresif tersebut membuahkan hasil sangat instan saat laga baru berjalan empat menit melalui skema serangan yang terstruktur dengan apik.
Pulga Vidal sukses menggetarkan jala gawang lawan usai memaksimalkan umpan pendek akurat yang dilepaskan oleh rekannya, Savio Sheva.
Tertinggal satu gol dengan cepat membuat para pemain Persija Jakarta dituntut untuk bermain lebih sabar dalam mencari celah di lini pertahanan lawan.
Peluang emas pertama tim tamu lahir pada menit ke-9 melalui aksi Bruno Nunes yang menerima umpan silang memanjakan dari sektor sayap.
Sayangnya, sontekan jarak dekat dari penyerang asing tersebut masih mampu dimentahkan secara gemilang oleh kiper muda Laskar Mataram, Cahya Supriadi.
Respons Agresif Skuad Macan Kemayoran
Kegagalan tersebut sama sekali tidak menyurutkan daya juang anak asuh Mauricio Souza yang terus melancarkan gelombang serangan bertubi-tubi.
Eksekusi tendangan bebas Allano pada menit ke-14 sempat menebar ancaman nyata di area penalti meski bola akhirnya masih membentur pagar hidup pemain PSIM.
Usaha pantang menyerah Persija akhirnya terbayar lunas saat pergerakan lincah Dony Tri Pamungkas dihentikan secara paksa di dalam kotak terlarang pada menit ke-18.
Pelanggaran fatal yang dilakukan oleh Donny Warmerdam tersebut memaksa wasit menunjuk titik putih sekaligus memberikan ganjaran kartu kuning.
Allano yang maju mengambil tanggung jawab sebagai algojo sukses menuntaskan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah papan skor menjadi imbang 1-1 pada menit ke-19.
Dominasi Tim Tamu Jelang Turun Minum
Keberhasilan menyamakan kedudukan membuat tempo serangan skuad ibu kota semakin beringas dalam membombardir area pertahanan PSIM Yogyakarta.
Gawang Cahya Supriadi bahkan nyaris kembali bergetar pada menit ke-23 andai saja tendangan roket jarak jauh Rayhan Hannan tidak membentur tiang atas gawang.
Dominasi total dan agresivitas serangan dari skuad kebanggaan The Jakmania terus terjaga konstan hingga memasuki masa perpanjangan waktu babak pertama.
Meskipun terus berada di bawah gempuran hebat, lini belakang PSIM mampu bertahan disiplin hingga wasit meniup peluit tanda turun minum dengan skor sementara 1-1.
Susunan Pemain
Dalam laga krusial ini, PSIM turun mengandalkan Cahya Supriadi di bawah mistar yang dikawal ketat oleh Raka Cahyana, Franco Ramos, Jop van der Avert, dan Yusaku Yamadera.
Lini tengah Laskar Mataram diisi oleh kombinasi Ze Valente, Donny Warmerdam, dan Savio Sheva untuk menopang trisula Pulga Vidal, Deri Corfe, serta M Iqbal.
Sementara itu, Persija memercayakan gawangnya kepada Carlos Eduardo yang dibentengi oleh Bruno Nunes, Ricardo Ferreira, Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Dony Tri Pamungkas.
Sektor sentral Macan Kemayoran dihuni oleh Sousa dan Rayhan Hannan yang bertugas memanjakan barisan depan yang diisi Allano, Eksel Runtukahu, serta Maxwell.