- Pemerintah Amerika Serikat resmi mengizinkan Timnas Iran bertanding pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang di wilayah Amerika.
- Washington melarang keras kehadiran individu yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran dalam rombongan tim atlet.
- Partisipasi Iran kini bergantung pada kepatuhan mereka terhadap larangan masuk bagi pihak yang dianggap sebagai kelompok teroris.
Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi memberikan lampu hijau bagi keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia 2026.
Namun, restu tersebut datang dengan satu syarat yang sangat tegas dan tidak bisa ditawar yakni tidak boleh ada satu pun individu yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam rombongan tim.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menegaskan bahwa Washington sama sekali tidak pernah berniat menghalangi para atlet Iran untuk berkompetisi.
"Tidak ada dari pihak Amerika Serikat yang mengatakan mereka tidak boleh datang," ujar Rubio dikutip dari Reuters..
Sikap serupa juga ditegaskan oleh Presiden AS, Donald Trump yang menyatakan pemerintahannya tidak ingin mencampuri urusan para atlet.
"Kami tidak ingin memengaruhi para atlet," kata Trump dalam pernyataan di Gedung Putih.
![US Secretary of State Marco Rubio [Officiel Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/03/43037-us-secretary-of-state-marco-rubio.jpg)
Meskipun sempat muncul wacana dari utusan Trump agar Italia menggantikan Iran, usulan tersebut dipastikan tidak memiliki kaitan resmi dengan kebijakan pemerintah.
Rubio kemudian memperjelas bahwa sumber kekhawatiran utama Washington bukanlah para pemain, melainkan personel non atlet yang berpotensi menyusup ke dalam rombongan tim.
"Masalah dengan Iran bukan pada atletnya. Masalahnya adalah beberapa orang lain yang ingin mereka bawa, yang sebagian memiliki hubungan dengan IRGC. Kami mungkin tidak bisa mengizinkan mereka masuk, tetapi bukan atletnya," ucap Rubio.
Ia bahkan melontarkan peringatan keras terhadap segala bentuk upaya penyamaran dari pihak-pihak yang terafiliasi dengan IRGC, organisasi yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris asing oleh AS.
"Mereka tidak bisa membawa sekelompok teroris IRGC ke negara kami dan berpura-pura sebagai jurnalis atau pelatih atlet," kata Rubio.
Penegasan ini datang di tengah situasi geopolitik yang masih rapuh pasca serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.
Sebelumnya, Iran sempat meminta FIFA untuk memindahkan venue pertandingan mereka dari AS ke Meksiko, namun permintaan itu ditolak.
Dengan syarat tegas yang telah ditetapkan ini, partisipasi Iran di Piala Dunia kini bergantung pada kepatuhan mereka terhadap batasan yang telah digariskan oleh Washington.