- Chanathip Songkrasin menargetkan membawa Timnas Thailand menjuarai ASEAN Cup 2026 yang berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus mendatang.
- Pemain berusia 32 tahun itu berambisi merebut kembali trofi demi mengembalikan status Thailand sebagai tim nomor satu Asia Tenggara.
- Chanathip mengakui persaingan semakin berat karena perkembangan pesat kualitas tim-tim rival di kawasan Asia Tenggara saat ini.
Suara.com - Bintang Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin mengirimkan pesan perang urat syaraf jelang perhelatan ASEAN Cup atau Piala AFF 2026.
Ia menegaskan bahwa seluruh tim akan berjuang mati-matian untuk merebut kembali trofi dan mengembalikan status Gajah Perang sebagai tim nomor satu di Asia Tenggara.
Gelandang yang dijuluki 'Messi Thailand' ini memang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan turnamen ini.
Di ajang inilah reputasinya dibangun, dan ia telah berhasil mempersembahkan dua gelar juara pada edisi 2016 dan 2020, keduanya diraih setelah menaklukkan Timnas Indonesia di partai final.
Kini, menjelang turnamen yang akan digelar pada Juli hingga Agustus mendatang, Chanathip menunjukkan ambisi yang masih menyala-nyala.
"Kami ingin memenangkan kejuaraan untuk para penggemar," kata Chanathip, dikutip dari Znews.vn.
"Seluruh tim akan memberikan segalanya untuk membawa trofi kembali ke Thailand," tegasnya.
Meskipun demikian, pemain berusia 32 tahun ini juga mengakui bahwa tantangan yang akan dihadapi kini jauh lebih berat.
Ia melihat adanya perkembangan pesat dari para rival di kawasan Asia Tenggara.
“Tim-tim Asia Tenggara berkembang sangat pesat," kata pengoleksi 74 caps tersebut.
"Turnamen ini semakin kompetitif dan tidak ada lagi pertandingan yang mudah,” tambahnya.
Setelah absen dalam dua edisi terakhir, kemungkinan besar Chanathip akan kembali memimpin rekan-rekannya di lapangan tahun ini.
Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, pengalaman dan kecerdasan bermainnya masih sangat dibutuhkan oleh tim.
ASEAN Cup edisi kali ini memang menjadi ajang pembuktian dan balas dendam bagi Thailand.
Setelah mendominasi selama bertahun-tahun, mereka harus merelakan gelar jatuh ke tangan Vietnam pada edisi terakhir. Kekalahan itu menjadi pukulan telak yang ingin mereka tebus tuntas tahun ini.