- Persija Jakarta menempati posisi ketiga klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan raihan total 62 poin hingga pekan ke-30.
- Macan Kemayoran berupaya menyapu bersih empat laga tersisa guna menjaga peluang juara secara matematis di akhir musim ini.
- Pelatih dan pemain sepakat tetap fokus menampilkan performa terbaik pada sisa kompetisi tanpa memikirkan hasil dari tim pesaing.
Suara.com - Persija Jakarta menolak menyerah dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Meski berada di bawah tekanan, Macan Kemayoran tetap menjaga optimisme dengan menatap empat laga terakhir sebagai penentu nasib musim ini.
Hingga pekan ke-30, Persija berada di posisi ketiga klasemen dengan raihan 62 poin. Mereka tertinggal empat angka dari Persib Bandung dan Borneo FC yang masih memiliki satu pertandingan di tangan.
Situasi tersebut membuat peluang juara tidak sepenuhnya berada dalam kendali Persija. Namun secara matematis, kesempatan itu masih terbuka lebar jika mampu menyapu bersih sisa laga.
Memasuki fase akhir kompetisi, setiap pertandingan menjadi sangat krusial. Margin kesalahan yang semakin tipis memaksa Persija tampil konsisten tanpa cela.
Alih-alih memikirkan hasil tim pesaing, Persija memilih untuk fokus pada performa sendiri. Pendekatan ini dianggap sebagai cara terbaik untuk menjaga stabilitas tim di tengah tekanan.
![Gelandang serang Persija Jakarta, Rayhan Hannan. [dok. Persija]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/08/01/46980-rayhan-hannan-persija.jpg)
Gelandang muda Rayhan Hannan menegaskan pentingnya menjaga fokus hingga akhir musim.
“Terkait Borneo FC dan Persib, kami hanya ingin fokus dengan game-game kami, memberikan yang terbaik dan kita lihat hasil di akhir musim,” ujar Hannan.
Empat laga tersisa akan menjadi ujian terakhir bagi Persija. Mereka dijadwalkan menghadapi Persijap Jepara, Persib Bandung, Persik Kediri, dan Semen Padang FC.
Duel melawan Persib diprediksi menjadi laga paling menentukan dalam perburuan gelar. Namun, tiga pertandingan lainnya juga tak kalah penting karena menuntut konsistensi penuh untuk meraih poin maksimal.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menyadari bahwa timnya harus melakukan yang terbaik sambil berharap hasil lain berpihak.
“Terkait lawan, kompetisi ini tidak hanya bergantung pada kami sekarang. Saya sejujurnya berharap kami bisa melakukan bagian kami, dan jika Tuhan menghendaki kami menjadi juara, itu akan terjadi,” ujar Mauricio.