- AC Milan dijadwalkan bertanding melawan Chelsea dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 8 Agustus 2026.
- Pertandingan ini menandai kembalinya skuad utama AC Milan ke Indonesia setelah penantian panjang selama 32 tahun sejak 1994.
- Kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi klub terhadap besarnya basis penggemar AC Milan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Suara.com - Kabar super besar bagi para Milanisti dan pencinta sepak bola di Indonesia. Raksasa Italia, AC Milan secara resmi dipastikan akan kembali menyapa para penggemarnya di tanah air setelah penantian yang sangat panjang, yaitu selama 32 tahun.
Rossoneri dijadwalkan akan menghadapi raksasa Inggris, Chelsea dalam sebuah laga pramusim bersejarah yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu (8/8/2026).
Lantas, kapan terakhir kali skuad utama AC Milan menginjakkan kaki di Indonesia?
Momen bersejarah itu terjadi pada tahun 1994. Kala itu, tim utama AC Milan yang bertabur bintang juga datang ke Jakarta dan melakoni dua laga persahabatan di SUGBK.
Lawan yang mereka hadapi adalah dua tim lokal, yaitu Persib Bandung dan sebuah tim seleksi bernama Surabaya Selection.
Meskipun datang tanpa beberapa pilar utamanya, Milan tetap menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim terbaik dunia.
Mereka sukses mencatatkan dua kemenangan telak, yaitu 8-0 atas Persib Bandung dan 4-1 melawan Surabaya Selection, meninggalkan kesan yang tak terlupakan bagi para penonton saat itu.
Sejak kunjungan bersejarah di tahun 1994, praktis tidak ada lagi skuad utama Milan yang datang ke Indonesia.
Para penggemar hanya bisa melepas rindu melalui kedatangan tim legenda mereka, Milan Glorie, atau saat klub menggelar tur trofi.
Oleh karena itu, kembalinya skuad utama Milan setelah tiga dekade lebih ini menjadi sebuah momen yang sangat dinantikan.
Terlebih, lawan yang akan mereka hadapi adalah Chelsea, menjanjikan sebuah pertarungan dua raksasa Eropa di jantung ibu kota Indonesia.
Kunjungan ini juga menjadi bentuk apresiasi AC Milan terhadap basis suporter mereka yang sangat besar di Indonesia, yang menurut data Nielsen merupakan salah satu yang terbesar dan paling interaktif di seluruh dunia.